Menurutnya, mereka masih menginginkan produsen ban yang sebagian sahamnya dimiliki Masimmo Moratti, pemilik Inter Milan itu untuk meningkatkan performa produknya. Dia mengatakan, Red Bull mesti melakukan empat pit stop untuk mengganti ban di balapan jet darat di Granad Prix Bahrain, akhir pekan lalu akibat performa jelek Pirelli.
Entah apa yang ada dalam pikiran Red Bull, pasalnya pernyataan pedas itu merupakan kali kedua dilontarkan tim mereka. Padahal, pebalap andalan mereka mengamankan podium di Grand Prix Bahrain.
Ketika ditanyakan apakah Red Bull senang dengan kinerja Pirelli mengganti ban keras ke ban lembut di GP Bahrain, Horner menjawab, ban masih terlalu banyak permasalahan. Menurutnya, terlalu ekstrim jika harus melakukan empat pit stop untuk mengganti ban.
“Mungkin banyak tim lain yang mengalami masalah seperti Red Bull. Tetapi untuk mengetahui itu semua, kami perlu melakukan pembicaraan dengan pihak Pirelli meminta pendapat mereka dan melakukan perubahan sedikit,†ungkapya di Planetf1, kemarin.
Sebelumnya, Red Bull pernah melontarkan kritikan usai mereka merebut posisi pertama dan kedua di awal balapan F1 musim ini yang berlangsung di GP Malaysia, Februari lalu. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: