Langkah ini dianggap efektif guna mengantisipasi penggunaan KTP palsu dalam program Kartu Jakarta Sehat (KJS).
"Jadi begitu di-scan, ketahuan kan kelihatan ada warnanya hijau, terus gambar burung garudanya keluar," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati, Rabu (10/4).
Jika ketahuan palsu, pihak Dinkes akan langsung lapor ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk mengonfirmasi kebenaran nomor KTP. Selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian bila terbukti palsu. Dien mengatakan, pengadaan scanner itu akan ditanggung melalui subsidi di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Namun itu pun tergantung harganya.
"Kalau harganya murah, kita pakai BLUD, kalau mahal, kita pake APBD Perubahan," kata Dien.
Rencananya, scanner tersebut ditempatkan di 341 puskesmas termasuk di rumah sakit.
[wid]
BACA JUGA: