Kemenangan Bulls ini memastikan LA Lakers masih memegang rekor streak kemenangan terpanjang di musim reguler NBA selama 33 laga di tahun 70-an.
Kekalahan dari Bulls ini tentu terasa menyakitkan bagi Heat yang tengah berupaya mematahkan rekor tak terkalahkan Lakers. Padahal, Heat tampil full team dan dalam kondisi kepercayaan diri yang bagus.
Sementara Bulls, bermain tanpa sejumlah pemain bintang nya, seperti Joakim Noah, Richard Hamilton dan bintang utamanya yang masih dalam masa penyembuhan cidera lutut Derrick Rose.
Dalam pertarungan itu Bulls tampil prima sejak kuarter pertama dan menutupnya dengan keunggulan 32-22. Di kuarter kedua, Heat berupaya membalas kekalahan.
Mereka sedikit mendominasi jalannya laga dan mampu unggul perolehan poin, 24-23, tapi tetap Bulls memimpin di half time 55-46.
Heat kemudian bangkit di kuarter ketiga dan mencetak 22 poin berbanding 14 untuk memangkas selisih poin menjadi setengah bola di akhir kuarter ini, 68-69 masih untuk keunggulan Bulls.
Di kuarter terakhir Bulls tetap memegang keunggulan dengan 32 poin berbanding 29 dan akhirnya menang 101-97.
Kemenangan Bulls ini sekaligus menghentikan laju Heat yang sebelumnya tak terkalahkan di 27 laga. Terakhir Heat kalah adalah pada 1 Februari lalu dari Indiana Pacers dan gagal mendekati rekor Los Angeles Lakers di musim 1971-1972 yang menang 33 laga beruntun.
Top performer Bulls kali ini adalah Luol Deng yang punya 28 poin, tujuh rebound dan lima assist. Ia ditopang Carlos Boozer yang bikin 21 poin, 17 rebound dan tiga assist. LeBron James bikin 32 poin, tujuh dan tiga assist. Chris Bosh dan Dwayne Wade masing-masing punya 21 dan 18 poin.
Kekalahan ke-15 Heat di musim ini tak mengubah posisinya di puncak klasemen Wilayah Timur dengan rekor 56-15. Bulls dengan tiga kemenangan beruntun mereka dengan 39-31 di posisi keenam wilayah sama.
Atas kekalahan ini Heat hanya berjarak enam kemenangan dari rekor Lakers yang sudah bertahan selama 42 tahun streak kemenangan Heat dimulai 3 Februari lalu.
Pelatih Heat, Erik Spoelstra mengatakan, kekalahan ini sangat menyakitkan. Padahal, tinggal beberapa kemenangan lagi akan mengukir sejarah baru di NBA.
“Ini sangat mengecewakan. Namun, saya tetap bangga dengan perjuangan pemain yang sejauh ini telah berlatih dengan keras,†kata Spoelstra dikutip
USAToday, kemarin.
Dia mencatat, ada beberapa faktor penyebab kekalahan ini. Yang terutama adalah, stamina pemain. “Selama pertandingan berlangsung, mayoritas pemain terlihat kelelahan.†[Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: