Dengan demikian, Triyatno bakal absen di SEA Games 2013 Desember mendatang. Triyatno menjalani operasi miniscus pada kedua lututnya di Rumah Sakit Premier Bintaro, Jakarta, Selasa lalu. Miniscus pada kedua lututnya mengalami penipisan akibat terjadinya pergesekan.
Ketua Sports Medicine Team yang menangani cedera Triyatno, dr Andi Kurniawan pada keterangannya Rabu malam (27/3) mengatakan, operasi Triyatno bukan solusi akhir atas masalah cedera lututnya. Proses rehabitlitasi pascaoperasi penting sehingga nantinya Triyatno dapat kembali berprestasi.
"Untuk mendapat hasil maksimal, Triyatno akan kami tangani secara multidisiplin. Ini sangat diperlukan mengignat Triyatno merupakan atlet elit bangsa yang berpotensi untuk meraih emas di Olimpiade 2016," kata Andi, yang juga dokter tim kontingen Indonesia di Olimpiade London.
Siang harinya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo yang membesuk, bersyukur karena operasi Triyatno, yang pekan lalu diganjar penghargaan Inspiration Award dari
Rakyat Merdeka Online, berjalan dengan lancar.
"Saya juga berterima kasih atas pihak-pihak yang ikut membantu, sehingga proses pengobatan tidak ada hambatan, termasuk pihak asuransi," katanya.
Roy tidak akan memaksa Triyatno untuk tampil pada gelaran SEA Games Myanmar 11-22 Desember. "Karena proses pemulihan bisa memakan waktu empat sampai enam bulan, jadi kita nggak boleh memaksakan. Usia Triyatno pun masih muda, dan masa depannya masih panjang," kata Roy.
Roy optimis jika pemulihan Triyatno berlangsung dengan baik, maka dia akan segera turun di ajang yang terdekat yakni Asian Games 2014.
"Dengan kondisi fisik yang oke, maka diharapkan prestasi bagusnya seperti di London 2012 bisa terulang, apalagi banyak event yang sudah menunggu di depan mata, termasuk Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil, 2016," ujar pakar telematika itu.
[dem]