Pada babak pertama, BarceÂlona sebenarnya mampu meÂngenÂdalikan permainan. Bahkan, baru menit keempat, Barca mamÂÂÂpu unggul lebih dulu melaÂlui aksi striker mereka David VilÂÂla, yang dengan brilian meÂnakÂlukkan kiper Chivas GuaÂdalajara pada duel satu lawan satu.
Tertinggal satu angka di menit awal, membuat Chivas bermain bertahan dan mencoba membaca gaya permainan klub besar dunia tersebut.
Alhasil, Chivas mampu meÂredam setiap serangan yang diÂlakukan Barca. Skor 0-1 bertaÂhan hingga turun minum meÂnanÂdakan keunggulan Barcelona.
Memasuki babak kedua, peÂlatih Barca Josep Guardiola meÂmasukkan skuad mudanya untuk lebih berani bertarung. Sayang, kebijakan terÂsebut berdampak terÂcecernya pertahanan Barca.
Chivas tidak lagi bertahan, tim asal Meksiko ini bermain terbuÂka dan menyerang. Kejutan pun terjadi, Striker Marco Jhonfai Fabian De La Mora mampu memÂbobol gawang Barca di menit 60.
Tidak sampai disitu, Mora yang baru berusia 22 tahun terÂsebut mampu kembali menjebol gaÂwang lawan, hanya dua menit berÂÂselang, dari gol perdananya. Chivas balik unggul 2-1 atas Barca.
Tertinggal 2-1 atas Chivas, membuat skuad Barca berusaha mengejar ketertinggalan. Namun taktik tiki-taka ala Spanyol, tiÂdak mampu mendobrak pertahaÂnan permainan dinamis ala Meksiko.
Barcelona semakin terpuruk, usai Giovanny Cassilas skuad ChiÂvÂas berhasil merobek gaÂwang Barca di menit 72. PermaiÂnan semakin terlihat timpang, skuÂad Barca seakan tidak mamÂpu lagi membendung serangan-serangan Chivas.
Bahkan, Chivas berhasil meÂnuÂtup pembantaian atas Barca, dengan menambah angka di menit 90, melalui Ulises Davila. Usai pertandingan, pelatih ChiÂvas Jose Luis Real mengaku seÂnang timnya mampu menang teÂlah atas klub terbaik dunia seÂkaÂliber Barcelona.
“Ini adalah mimpi yang menÂjadi kenyataan, untuk skor bukan haÂnya satu tapi empat melawan tim besar seperti Barcelona. Tim kaÂmi mampu memanfaatkan peÂluÂang, dan saya sangat bangga tim kaÂmi dapat bermain tenang dan meÂnang,†kata Jose Luis Real.
[rm]
BERITA TERKAIT: