Buat sang kapten, Massimo Ambrosini laga AC Milan vs InÂter Milan ini penting demi memÂperbaiki rekam jejaknya yang kurang oke. Situs Resmi Milan mengabarkan, Dewi Fortuna kurang akrab dengan Ambrosini di kancah Super Italia, sejak 1996-2004.
Pada 1996, Ambrosini tak diÂmainkan dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 1-2 untuk Milan tersebut.
Setahun kemudian, Ambrosini sedang dipinjamkan Milan ke ViÂÂcenza, yang juga berhasil tampil di Piala Super Italia. MengÂhadapi Juventus, AmbroÂsini yang tampil penuh tak kuasa menyelamatkan timnya dari keÂkalahan telak 0-3.
Memasuki tahun 1999, AmÂbroÂsÂini sudah kembali ke Milan yang sekali lagi tampil di Piala SuÂper Italia dengan lawannya kalÂi ini adalah AC Parma. KemÂbali bermain penuh, Ambrosini lagi-lagi mencicipi kekalahan 1-2.
Rossoneri bermain lagi di PiaÂla Super Italia tahun 2003. MenÂjajal Juventus, Ambrosini dituÂrunkan di babak kedua. Kedua kesebelasan bermain 1-1, lewat dua gol di extra time, sampai akÂhirnya Juve menang lewat adu penalti.
Akhirnya pada tahun 2004, Milan berhadapan dengan Lazio. Kali ini Ambrosini bermain samÂpai dengan menit 77, semenit seÂÂtelah Milan unggul 3-0 dari LaÂzio. Skor itu bertahan sampai akhir.
Di laga tersebut Ambrosini memang tidak bermain penuh, tapi setidaknya kali ini ia berhaÂsil meÂmenangi Piala Super Italia untuk kali pertama bersama timnya.
Sukses 2004 diharapkan sudah meÂngubah peruntungan AmbroÂsini. Terlebih lagi dia jadi kapten di duel ini.
Sedang di kubu Inter, Samuel Eto’o mengincar rekor tersenÂdiÂri. Penyerang asal Kamerun itu berpeluang menjadi top skor di ajang tersebut.
Gelaran itu akan jadi kesemÂpatan ketiga Eto’o tampil di duel antara peraih Scudetto dengan juaÂra Coppa Italia tersebut. SeÂjauh ini dia mengoleksi tiga gol. Torehan itu sama dengan Andriy Shevchenko yang dicetak pada 2008.
[rm]
BERITA TERKAIT: