Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

McLaren Diterpa Isu Kongkalikong

Kamis, 04 Agustus 2011, 05:01 WIB
McLaren Diterpa Isu Kongkalikong
pebalap McLa­ren Lewis Hamilton
RMOL. Isu team-order atau kongkali­kong kembali mencuat di paruh ke­dua balapan Formula Satu mu­sim ini. Tim McLaren dikabar­kan tengah melakukan praktek ter­sebut untuk menghadang  pesaingnya yaitu Red Bull.

McLaren dan Red Bull meru­pakan kompetitor terpanas di mu­sim ini. Dua pebalap Red Bull Sebastian Vettel dan Mark Web­ber menguasai puncak klasemen, mereka dikuntit pebalap McLa­ren Lewis Hamilton. Untuk meng­genjot perolehan poin Ha­milton, McLaren mengeluarkan strategi team-order.

Strategi ini memang kembali marak di kedepankan oleh para tim-tim papan atas seperti Red Bull dan Ferrari untuk memulus­kan ambisinya.

Namun, kabar tersebut rame-rame dibantah tim McLaren. But­ton menegaskan istilah team-order tidak ada dalam kamus tak­tik McLaren. Contoh konkret­nya, seperti terjadi dalam GP Hu­ngaria yang berlangsung akhir pekan lalu.

Button berhasil meraih podi­um pertama setelah bersaing ke­tat dengan Lewis Hamilton yang beberapa kali melakukan kesa­lahan, lantaran kerusakan radio yang membuatnya kesulitan ber­komunikasi selama balapan.

Bekas pebalap Brawn GP itu pun membuat pengakuan timnya tidak memberikan sinyal bagi­nya untuk mengalah dari Hamil­ton. Hasilnya, pebalap asal Ing­gris tersebut berhasil merebut podium pertama dalam seri ke-11 lalu. “Tidak, saya tidak terke­jut me­reka (tim) membiarkan kami sa­ling bersaing,” kata But­ton seba­gimana dikutip Planet F1, Rabu (3/8/2011).

“Kami tidak mendengar jika mereka mengatakan untuk mun­dur dan duduk di belakang rekan satu tim Anda. Itu tidak akan per­nah terjadi. Tetapi mereka juga tidak akan pernah melakukannya dan kami tahu bahwa karena ka­mi sebelumnya telah mengaju­kan pertanyaan,” katanya.

Hal sama ditegaskan Direktur McLaren, Jonathan Neale. Me­nu­­­rutnya, strategi team-order bukan strategi dewasa di dunia balapan.

“Ketika Anda memiliki dua pebalap yang berdampingan, ke­mudian bertukar posisi saya pikir bagi kita semua itu tidak dewasa. Itu tak perlu diragukan. Martin Whitmarsh telah membuat se­mua­nya jelas di masa lalu,” kata Neale.

Neale pun beranggapan, dua pe­balap mereka, Button dan Ha­mil­ton sangat berpengalaman meng­hadapi tekanan untuk men­dapatkan hasil terbaik sesuai eks­pektasi tim. “Jika kami me­lakukan pekerjaan dengan baik sebagai tim, maka mereka akan menemukan yang terbaik satu sama lain di sirkuit dan kami ber­harap mereka bisa mengatasi­nya,” lanjutnya.

Neale memberikan alasan, kun­ci kesuksesan terletak pada dua hal yaitu pebalap dan tim. Jika kedua aspek tersebut bersi­nergi, kesuksesaan menjadi ke­nis­cayaan. Lanjutnya, etos kerja McLa­­ren tidak pernah berubah se­perti be­kas tim prinsipal Mc­Laren, Ron Dennis menanam­kan nilai-nilai sportifitas dalam tubuh McLa­ren.   [rm]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA