“Bahkan secara individu tak ada pemain Indonesia yang perÂlu diantisipasi dalam pertanÂdingan nanti. Turkmenistan pasÂti akan memberikan perlaÂwaÂnan sesungÂguhnya,†ujar Yazguly kemarin.
Menurut Yazguly permainan pada leg pertama Pra Piala Dunia 2014 di Olimpic Stadium AshgaÂbat, Sabtu (23/7) lalu, bukan keÂkuatan mereka sesungguhnya. Bahkan, saat pertandingan itu peÂmain Turkmenistan merasa menÂjalani pertandingan persaÂhabatan saat menjamu Timnas Indonesia.
Faktor lapangan yang buruk di Ashgabat tentu sangat mempeÂngaruhi permainan Indonesia, seÂperti juga halnya Indonesia.
PeÂÂlatih Kepala Timnas TurkÂmenisÂtan, Yazguly mengakui, kondisi lapangan GBK yang jauh lebih bagus dari Olympic Stadium, membuat pemainnya bisa menunjukkan kemampuan sebenarnya.
“Kami akan bermain lepas dan berupaya merebut kemenangan. Lapangannya juga bagus,†kata pelatih berusia 34 tahun itu.
Asisten pelatih Rahmad DarÂmawan menilai, kondisi lapaÂngan di SUGBK justru belum tenÂtu menguntungkan Indonesia.
“Pemain lawan pun akan sangat diÂuntungkan oleh kondisi lapaÂngan di SUGBK. Sebab, mereka juga bisa mengemÂbangÂkan perÂmainannya lebih baik dibanding pada pertandingan pertama yang kondisi lapanganÂnya buÂruk,†jelas RD, yang sekaÂrang diincar Persib Bandung.
Pelatih timnas Indonesia, Wim Rijsbergen mengatakan akan mengantisipasi agresivitas lawan sejak menit awal. Karena di moÂmen itulah lahir gol TurkmenisÂtan pada leg pertama.
Wim memastikan, pertandiÂngÂan kedua di SUGBK nanti, InÂdonesia dipastikan bermain leÂpas. Apalagi tampil di Jakarta yang didukung ribuan suporter serta lapangan yang bagus. IndoÂnesia diharapkan mampu meÂngontrol jalannya pertandingan. “Kita tidak mau bermain terbuÂru-buru. Kita harus fokus pada keÂmenangan,†kata Wim, pelatih asal Belanda yang menggantikan Alfred Riedl. [rm]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: