Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Bermodal Video dan Tenaga Muda

Indonesia Incar 2 Gelar di Istora Senayan

Minggu, 26 Juni 2011, 06:11 WIB
Bermodal Video dan Tenaga Muda
Tantowi Ah­mad/Liliyana Natsir
RMOL. Tuan rumah Indonesia membuka peluang meraih dua gelar di turnamen bulutangkis Djarum Indonesia Open Superseries Premier 2011 di Istora Senayan, Jakarta.

Harapan dua gelar tersebut diraih setelah dua wakil Indo­nesia menyentuh  final.  Ganda cam­puran Tantowi Ah­mad/Li­liyana Natsir dan ganda putri Vita Marissa/Nadya Melati men­jadi harapan Indonesia meraih juara.

Tantowi/Liliyana meraih tiket ke final setelah menang mudah atas pasangan Denmark Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl 21-15, 21-14. Sedangkan Vita/Nad­­ya menang atas pasangan Je­pang Mizuki Fujii/Reika Kakii­wa 21-12, 21-12.

Namun, untuk meraih dua ge­lar tersebut tidaklah mudah, ke­dua pasangan tersebut harus melewati dua tembok China di partai puncak hari ini (Minggu, 26/6). Tantowi/Liliyana akan meng­hadapi ung­gulan pertama asal China, Zhang Nan/Zhao Yun­lei, sementara Vita/Nadya juga menghadapi unggulan per­ta­ma China, Wang Xiaoli/Yu Yang.

Liliyana optimis bisa mem­be­rikan yang terbaik buat Indo­nesia saat menghadapi pa­sangan China, Wang Xiaoli/Yu Yang.

“Tinggal satu langkah lagi. Yang jelas kami akan berusaha mem­berikan yang terbaik. Apa­lagi kami memilik tre positif sejak India Open hingga saat ini,” kata Liliyana yang biasa di­panggil Butet.

Untuk menghadapi ung­gul­an pertama di final, Butet me­nga­ku sudah mempunyai gam­bar­an setelah mempelajari be­berapa video pertandingan sebelum­nya. Kondisi itu dinilai meng­un­tung­kan karena akan membawa dam­pak positif saat bertanding.

Apalagi, kata dia, saat ini diri­nya mempunyai pasangan yang jauh lebih muda dan masih mem­punyai kekuatan yang jauh lebih besar dari dirinya maupun pasangan sebelumnya.

“Koor­di­nasi sudah cukup bagus sehingga kami bisa ber­main lepas. Jadi di final besok kami akan berusaha lebih baik lagi dan merebut juara,” kata Bu­tet yang diamini pasangannya Tantowi.

Sementara itu, Vita/Nadya yang tidak diunggulkan juga op­ti­mis bisa memberikan yang ter­baik. Menurutnya, bertanding di negara sendiri memiliki tingkat ke­percayaan tinggi. Apalagi ri­buan suporter setia mendukung dalam setiap pertandingan ber­lang­sung.

“Masuk final kami tidak me­nyangka. Ini adalah prestasi ter­baik selama berpasangan dengan Nadya Melati. Peluang ini jelas akan kami manfaatkan karena bertanding di rumah sendiri,” kata Vita.

Meski demikian, Vita tidak mau gegabah karena karakter la­wan yang akan dihadapi berbeda de­ngan yang pasangan ganda put­ri Jepang yang baru saja di­ka­lahkan. “Setiap pemain me­mi­liki karakter berbeda. Yang jelas pe­main China (Wang Xiaoli/Yu Yang) jauh lebih berat diban­dingkan dengan pemain yang lain,” kata Vita menam­bahkan.

Vita mengaku selama berpa­sangan dengan Nadya Melati dirinya telah membimbing de­ngan baik juniornya itu. Terbukti mampu bisa lolos ke final untuk pertama kalinya selama ber­pa­sangan.“Nadya masih muda. Te­na­ganya pun lebih kuat. Selama ber­tanding saya taruh di be­lakang terus tanpa saya liat. Ha­silnya luar biasa,” kata bekas pasangan Liliyana Natsir itu.

Sementara itu, peluang Indo­nesia untuk menempatkan dua wakilnya di final sektor ganda putra gagal setelah dua pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan dan Bona Septano/Muhammad Ahsan tumbang.

Kido/Hendra kandas di semi­final dikalahkan unggulan ketiga China, Cai Yun/Fu Haifeng, 21-18, 21-15. Sedangkan, Bona/Ah­san kalah dari pasangan China lain­nya Chai Biao/Guo Zhen­dong 21-18, 11-21 dan 18-21.   [rm]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA