Harapan dua gelar tersebut diraih setelah dua wakil IndoÂnesia menyentuh final. Ganda camÂpuran Tantowi AhÂmad/LiÂliyana Natsir dan ganda putri Vita Marissa/Nadya Melati menÂjadi harapan Indonesia meraih juara.
Tantowi/Liliyana meraih tiket ke final setelah menang mudah atas pasangan Denmark Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl 21-15, 21-14. Sedangkan Vita/NadÂÂya menang atas pasangan JeÂpang Mizuki Fujii/Reika KakiiÂwa 21-12, 21-12.
Namun, untuk meraih dua geÂlar tersebut tidaklah mudah, keÂdua pasangan tersebut harus melewati dua tembok China di partai puncak hari ini (Minggu, 26/6). Tantowi/Liliyana akan mengÂhadapi ungÂgulan pertama asal China, Zhang Nan/Zhao YunÂlei, sementara Vita/Nadya juga menghadapi unggulan perÂtaÂma China, Wang Xiaoli/Yu Yang.
Liliyana optimis bisa memÂbeÂrikan yang terbaik buat IndoÂnesia saat menghadapi paÂsangan China, Wang Xiaoli/Yu Yang.
“Tinggal satu langkah lagi. Yang jelas kami akan berusaha memÂberikan yang terbaik. ApaÂlagi kami memilik tre positif sejak India Open hingga saat ini,†kata Liliyana yang biasa diÂpanggil Butet.
Untuk menghadapi ungÂgulÂan pertama di final, Butet meÂngaÂku sudah mempunyai gamÂbarÂan setelah mempelajari beÂberapa video pertandingan sebelumÂnya. Kondisi itu dinilai mengÂunÂtungÂkan karena akan membawa damÂpak positif saat bertanding.
Apalagi, kata dia, saat ini diriÂnya mempunyai pasangan yang jauh lebih muda dan masih memÂpunyai kekuatan yang jauh lebih besar dari dirinya maupun pasangan sebelumnya.
“KoorÂdiÂnasi sudah cukup bagus sehingga kami bisa berÂmain lepas. Jadi di final besok kami akan berusaha lebih baik lagi dan merebut juara,†kata BuÂtet yang diamini pasangannya Tantowi.
Sementara itu, Vita/Nadya yang tidak diunggulkan juga opÂtiÂmis bisa memberikan yang terÂbaik. Menurutnya, bertanding di negara sendiri memiliki tingkat keÂpercayaan tinggi. Apalagi riÂbuan suporter setia mendukung dalam setiap pertandingan berÂlangÂsung.
“Masuk final kami tidak meÂnyangka. Ini adalah prestasi terÂbaik selama berpasangan dengan Nadya Melati. Peluang ini jelas akan kami manfaatkan karena bertanding di rumah sendiri,†kata Vita.
Meski demikian, Vita tidak mau gegabah karena karakter laÂwan yang akan dihadapi berbeda deÂngan yang pasangan ganda putÂri Jepang yang baru saja diÂkaÂlahkan. “Setiap pemain meÂmiÂliki karakter berbeda. Yang jelas peÂmain China (Wang Xiaoli/Yu Yang) jauh lebih berat dibanÂdingkan dengan pemain yang lain,†kata Vita menamÂbahkan.
Vita mengaku selama berpaÂsangan dengan Nadya Melati dirinya telah membimbing deÂngan baik juniornya itu. Terbukti mampu bisa lolos ke final untuk pertama kalinya selama berÂpaÂsangan.“Nadya masih muda. TeÂnaÂganya pun lebih kuat. Selama berÂtanding saya taruh di beÂlakang terus tanpa saya liat. HaÂsilnya luar biasa,†kata bekas pasangan Liliyana Natsir itu.
Sementara itu, peluang IndoÂnesia untuk menempatkan dua wakilnya di final sektor ganda putra gagal setelah dua pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan dan Bona Septano/Muhammad Ahsan tumbang.
Kido/Hendra kandas di semiÂfinal dikalahkan unggulan ketiga China, Cai Yun/Fu Haifeng, 21-18, 21-15. Sedangkan, Bona/AhÂsan kalah dari pasangan China lainÂnya Chai Biao/Guo ZhenÂdong 21-18, 11-21 dan 18-21.
[rm]
BERITA TERKAIT: