Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Taufik Kecam Pemain Muda

Firda Berjuang Sendiri di Tunggal Putri

Jumat, 24 Juni 2011, 02:12 WIB
Taufik Kecam Pemain Muda
Taufik Hidayat
RMOL. Pebulutangkis Taufik Hidayat rupanya tidak mampu menutupi kekecewaan atas prestasi buruk yang ditunjukkan para pemain muda Indonesia. Bekas pemain Pelatnas itu menjadi wakil Indonesia satu-satunya di tunggal putra yang tersisa pada Djarum Indonesia Open Super Series 2011 di Istora, Senayan, Jakarta.

Kecemasan dan kegeraman Taufik di even bergengsi tersebut cukup beralasan. Karena, lima pemain muda Indonesia; Simon Santoso, Dionysius H Rumbaka, Alamsyah Yu­nus, Tommy Su­giarto langsung tum­bang di babak pertama. Bah­kan, Sony Dwi Kun­coro diper­malukan setelah gagal di babak kualifikasi.

Kini, Taufik yang menempati unggulan ketiga harus berjuang sendirian setelah mengalahkan pemain China, Bao Chunlai 21-19, 25-23 di babak kedua dalam waktu 49 menit.

Menurutnya, kemenangan atas Bao Chunlai membuktikan bah­wa pemain tua tidak seharusnya mundur dari arena kalau pemain muda belum mampu mengung­guli pe­ma­in senior.

“Akhir-akhir ini banyak de­sakan di masyarakat yang me­minta pemain-pemain tua mun­dur untuk memberikan kesem­patan kepada yang lebih muda. Saya sebetulnya ingin memberi kesem­patan itu, namun prestasi pemain mudanya mana?” kata Taufik yang kini berusia 29 tahun.

Menghadapi Bao Chunlai  Taufik tampil terseok-seok di awal gim pertama maupun gim kedua. Namun ketenangan, kesa­baran, dan kematangan membuat Taufik mampu mengungguli Bao Chunlai pada poin-poin kritis.

“Saya hanya ingin membuk­tikan bahwa saat ini saya masih yang terbaik dan belum dapat di­kalahkan oleh para pemain mu­da. Jadi janganlah repot-repot me­nyuruh saya mundur untuk mem­beri kesempatan kepada yang muda,” kata peraih emas Olimpiade Athena 2004 itu.

Taufik mengaku akan mundur dengan senang hati jika ada pe­main muda yang mampu meng­ge­­ser posisinya. “Silakan ka­lah­kan saya, maka saya akan mun­dur dengan senang hati. Saat ini saya bermain hanya untuk ke­se­nangan diri saya dan kemajuan bu­lutangkis Indonesia,” tandasnya.

Langkah Taufik untuk meraih gelar ketujuh di turnamen Dja­rum Indonesia Open Super Seri­es ini cukup berat. Selanjutnya, dia akan menghadapi Peter Gade (Den­mark) yang menyingkirkan pemain Korea Selatan, Shon Wan Ho 21-15, 21-19.

Di tunggal putri, Adrianti Fir­dasari juga menjadi satu-satunya wakil ‘Merah Putih’ yang men­jajaki perempat final. Firda mam­pu menyelamatkan muda In­donesia setelah mengalahkan pemain Taiwan, Tzu Ying Tai 19-21, 21-14, 21-14.

“Saya bersyukur bisa menang dan lolos ke perempat final. Apa­lagi kita main di rumah sendiri. Yang jelas saya cukup bangga ka­rena harus berangkat dari kua­lifikasi,” kata Firda.

Di sektor ganda campuran, Indonesia menempatkan dua wa­kilnya ke babak perempat­final melalui pasangan Tontowi Ah­mad/Liliyana ‘Butet’ Natsir dan Frans Kurniawan/Pia Zebadiah.

Tantowi/Butet menang atas pasangan Jepang, Shoji Sato/Shizuka Matsuo 21-8, 21-12 da­lam waktu 23 menit. Selanjut­nya, mereka akan ditantang pa­sa­ngan China, Yu Yang/He Han­bin yang mengalahkan pasangan Jepang lainnya, Ikeda Shintaro/Shiota Reiko 26-24, 16-21, 21-12.

Sedangkan, tiket perempat­final Frans/Pia diraih setelah me­ngalahkan rekannya sesama In­donesia Muhammad Rijal/Deb­by Susanto 21-14, 19-21, 21-15.

Sementara di ganda putra, pasangan Mohammad Ahsan/Bona Septano dan Angga Prata­ma/Ryan Agung Saputra juga mengamankan tiket perempat final. Ahsan/Bona menang 21-19, 16-21, 21-12  dari pasangan Taiwan, Chieh Min Fang/Sheng Mu Lee, sementara Angga/Ryan mengalahkan unggulan kedua asal Jepang, Jae Sung Jung/Yong Dae Lee 21-17, 21-17.   [rm]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA