Hal itu diutarakan Nehwal diÂsela-sela latihan di Istora, SeÂnayan, Jakarta, kemarin. PebuluÂtangkis yang baru mengemas gelar Swiss Terbuka itu berjanji akan tampil maksimal. Dia sukÂses merebut gelar juara Djarum Indonesia Open 2009 dan 2010.
“Saya datang ke sini lagi untuk juara. Indonesia selalu spesial buatku dan saya ingin membuat kejutan lagi tahun ini,†kata NehÂwal.
Faktor kebugaran fisik dan pelatih asal Indonesia, Atik Jauhari rupanya menjadi moÂdal Nehwal untuk kembali memÂpertahankan gelar dari riÂval-rivalnya nanti.
Nama Nehwal di dunia buluÂtangkis terbilang baru, namun kemampuannya cukup disegani lawan-lawannya. Terakhir, pebuÂlutangkis berusia 21 tahun itu memÂbuat kejutan dengan menÂdobÂrak kekuatan tunggal putri China di ajang Piala Sudirman.
Menurutnya, China sangat kuat di tunggal putri, karena mereka memiliki sistem regenaÂrasi yang bagus. “Mereka punya sistem regenerasi yang bagus. Saya hanya perlu waspada dan tampil tanpa beban, itu kunci terÂpenting,†sebut Saina.
Di turnamen Djarum IndoneÂsia Open kali ini, Nehwal akan memfokuskan pada pola bertaÂhan. Soalnya beberapa pesaingÂnya seperti Wang Shixian, Jiang Yanjiao dan Pi Hongyan sebagai calon kuat pengganjal ambisinya.
“Dari Indonesia saya pikir MaÂria Kristin, dia memiliki kans baÂgus meski kemampuannya berÂada di bawah pemain Cina, naÂmun duÂkungan publik bisa memÂbuatÂnya tampil luar biasa,†kata Saina.
Sementara itu, pebulutangkis terbaik Indonesia, Taufik HidaÂyat menyatakan tidak meÂmasang target tinggi. Peraih emas Olimpiade Athena 2004 juga tidak ingin terlalu sesumbar mendapatkan gelar ketujuhnya di Indonesia Open.
“Saya meramaikan saja. Tapi, saya akan tetap berjuang dan memÂberikan terbaik,†katanya saat ditemui seusai latihan.
Taufik memprediksikan peluÂang terbesar Indonesia hanya terletak pada ganda campuran, Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir yang baru menjuara Singapura Open Super Series pekan lalu.
“Mereka sudah mulai menunÂjuÂkan penampilan yang bagus,†ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBÂSI, Hadi Nasri turnamen Djarum Indonesia Open Premier 2011 akan menjadi ajang ujicoba para pemain papan atas sebelum berÂlaga di Kejuaraan Dunia di WemÂÂbley Arena, London, pada 8-14 Agustus mendatang.
“Kalau hasil di sini sudah beÂrat, di Kejuaraan Dunia juga akan lebih berat. Ajang ini menÂjadi semacam uji coba sebelum berangkat ke London Agustus nanti,†katanya.
Turnamen ini memang menÂjadi salah satu turnamen wajib bagi delapan pemain papan atas dunia. Turnamen berhadiah total 600 ribu dolar AS itu juga menÂjadi satu-satunya ajang besar terÂakhir sebelum Kejuaraan Dunia.
Sejak tahun lalu, Indonesia selalu tertatih di Indonesia Open. Pemain Pelatnas Cipayung gagal melaju ke final dan Taufik HidaÂyat menjadi satu-satunya pebuluÂtangkis Tanah Air yang melaju ke final. Tunggal putra andalan InÂdonesia itu kalah dari Lee Chong Wei asal Malaysia.
[rm]
BERITA TERKAIT: