Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Nehwal Incar hattrick

Djarum Indonesia Open Super Series

Selasa, 21 Juni 2011, 02:06 WIB
Nehwal Incar hattrick
Saina Nehwal
RMOL. Tunggal putri terbaik India, Saina Nehwal optimis bisa mempertahankan gelar juara keduakalinya pada Kejuaraan Bulutangkis Djarum Indonesia Open Super Series yang digelar di Istora, Senayan, Jakarta mulai hari ini (Selasa, 21/6).

Hal itu diutarakan Nehwal di­sela-sela latihan di Istora, Se­nayan, Jakarta, kemarin. Pebulu­tangkis yang baru mengemas gelar Swiss Terbuka itu berjanji akan tampil maksimal. Dia suk­ses merebut gelar juara Djarum Indonesia Open 2009 dan 2010.

“Saya datang ke sini lagi untuk juara. Indonesia selalu spesial buatku dan saya ingin membuat kejutan lagi tahun ini,” kata Neh­wal.

Faktor kebugaran fisik dan pelatih asal Indonesia, Atik Jauhari rupanya menjadi mo­dal Nehwal untuk kembali mem­pertahankan gelar dari ri­val-rivalnya nanti.

Nama Nehwal di dunia bulu­tangkis terbilang baru, namun kemampuannya cukup disegani lawan-lawannya. Terakhir, pebu­lutangkis berusia 21 tahun itu mem­buat  kejutan dengan men­dob­rak kekuatan tunggal putri China di ajang Piala Sudirman.

Menurutnya, China sangat kuat di tunggal putri, karena mereka memiliki sistem regena­rasi yang bagus. “Mereka punya sistem regenerasi yang bagus. Saya hanya perlu waspada dan tampil tanpa beban, itu kunci ter­penting,” sebut Saina.

Di turnamen Djarum Indone­sia Open kali ini, Nehwal akan memfokuskan pada pola berta­han. Soalnya beberapa pesaing­nya seperti Wang Shixian, Jiang Yanjiao dan Pi Hongyan sebagai calon kuat pengganjal ambisinya.

“Dari Indonesia saya pikir Ma­ria Kristin, dia memiliki kans ba­gus meski kemampuannya ber­ada di bawah pemain Cina, na­mun du­kungan publik bisa mem­buat­nya tampil luar biasa,” kata Saina.

Sementara itu, pebulutangkis terbaik Indonesia, Taufik Hida­yat menyatakan tidak me­masang target tinggi. Peraih emas Olimpiade Athena 2004 juga tidak ingin terlalu sesumbar mendapatkan gelar ketujuhnya di Indonesia Open.

“Saya meramaikan saja. Tapi, saya akan tetap berjuang dan mem­berikan terbaik,” katanya saat ditemui seusai latihan.

Taufik memprediksikan pelu­ang terbesar Indonesia hanya terletak pada ganda campuran, Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir yang baru menjuara Singapura Open Super Series pekan lalu.

“Mereka sudah mulai menun­ju­kan penampilan yang bagus,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PB­SI, Hadi Nasri turnamen Djarum Indonesia Open Premier 2011 akan menjadi ajang ujicoba para pemain papan atas sebelum ber­laga di Kejuaraan Dunia di Wem­­bley Arena, London, pada 8-14 Agustus mendatang.

“Kalau hasil di sini sudah be­rat, di Kejuaraan Dunia juga akan lebih berat. Ajang ini men­jadi semacam uji coba sebelum berangkat ke London Agustus nanti,” katanya.

Turnamen ini memang men­jadi salah satu turnamen wajib bagi delapan pemain papan atas dunia. Turnamen berhadiah total 600 ribu dolar AS itu juga men­jadi satu-satunya ajang besar ter­akhir sebelum Kejuaraan Dunia.

Sejak tahun lalu, Indonesia selalu tertatih di Indonesia Open. Pemain Pelatnas Cipayung gagal melaju ke final dan Taufik Hida­yat menjadi satu-satunya pebulu­tangkis Tanah Air yang melaju ke final. Tunggal putra andalan In­donesia itu kalah dari Lee Chong Wei asal Malaysia.   [rm]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA