Hal itu diungkapkan Andi di Palembang, Sumatera Selatan saat menghadiri rapat koordinasi tentang persiapan SEA Games. Hadir dalam kesempatan terseÂbut, Menko Kesra Agung LaksoÂno dan Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin dan Wakil GuberÂnur Eddy Yusuf.
Lanjutnya, Andi menegaskan pihaknya telah melaksanakan pendekatan kepada perusahaan yang diharapkan bisa membantu even terbesar Asia Tenggara terÂseÂbut. Pelaksanaan SEA Games diperkirakan masih membutuhÂkan dana sekitar Rp 2,1 triliun.
Dana itu digunakan untuk keÂperÂluan pembangunan
venues, pemÂbelian peralatan pertanÂdiÂngan, dan biaya pembukaan dan penutupan. Namun, sayangnya kekurangan tersebut belum dapat dipastikan sumbernya dan kapan akan dicairkan.
Oleh karena itu, kata Andi, piÂhaknya masih melakukan koorÂdinasi dengan Kementerian KeÂuangan serta DPR RI karena diÂharapkan dana tersebut dapat diÂkeluarkan melalui APBN-PerÂubahan.
“Dana Rp 2,1 triliun tersebut saÂngat ideal untuk menyukÂsesÂkan SEA Games. Soalnya, untuk pembukaan dan penutupan diÂperÂkirakan akan menghabiskan dana sekitar Rp. 378 miliar, beÂlum lagi untuk membayar gaji reÂlawan dan LO. Bila tidak terÂpeÂnuhi, maka kita akan tutupi deÂngan sponsor,†kata Andi.
Di tempat yang sama, GuberÂnur Sumsel, Alex Noerdin mengÂaÂtakan, pihaknya hingga kini berÂharap Kemenpora dapat meÂnyetujui proposal Rp 250 miliar yang diajukan beberapa waktu lalu.
Alex khawatir akan terjadi keÂterlambatan dalam pengadan baÂrang bila proposal tersebut tidak segera disetujui oleh KemenpoÂra. Menurutnya, dana 250 miliar itu akan digunakan untuk pemÂbeÂlian mebel Wisma Atlet serta peÂnambahan panjang tribun
venÂues atletik, menembak, dan
aquatic.Alex optimis akan mendapatÂkan solusi jika nantinya KemenÂterian Pemuda dan Olahraga meÂnolak proposalnya.
“Meski suÂdah komit untuk tidak gunakan APBD, namun bila dirasa perlu kami akan terpaksa gunakan APBD. Itupun tidak boleh lebih dari 200 miliar karena APBD kaÂmi fokus untuk perbaikan keÂseÂjahteraan rakyat†kata Alex.
Menanggapi keluhan dari MenÂpora dan Gubernur Sumsel, Menko Kesra Agung Laksono mendesak agar ada percepatan pencairan dana di Kementerian KeÂuangan.
Dia juga meminta MenÂpora agar segera melakukan pembiÂcaraan dengan Menteri BUMN untuk mengantisipasi andai dana dari APBN PerubahÂan tidak diÂkucurkan.
[rm]
BERITA TERKAIT: