Pebalap berusia 23 tahun asal Jerman itu masih kokoh di punÂcak klasemen pebalap dengan nilai 143 setelah sukses meraih poÂdium pertama di lima seri (Australia, Malaysia, Turki, Spanyol dan Monaco), serta poÂsisi kedua di GP China. Vettel unggul 58 poin di depan rivalÂnya, pebalap McLaren Lewis Hamilton.
Untuk GP Kanada, Vettel ingin memberikan kemenangan pertaÂma buat timnya di Sirkuit Gilles Villeneuve. “Kami tampil di tiap lomba seperti biasanya dan ingin menang. Saya bisa saja mengaÂtaÂkan dua pekan lalu di Monaco, ayo kita finis di tempat ketiga dan memenangkan lomba. NaÂmun, saya masih ‘lapar’,†kata Vettel.
Vettel menjelaskan kunci kemenangannya adalah pada strategi pemilihan ban. MenuÂrutnya, lomba F1 musim ini masih panjang yang membuat timnya harus terus berjuang.
“Mungkin saya akan melakuÂkan kesalahan atau mobil menÂdapat masalah. Penting bagi kaÂmi untuk mendapat poin di sisa lomba. Namun, saat ini kami ingin menang di tiap lomba. Itu haÂrus menjadi target utama kami pekan ini,†ujarnya.
Pada kesempatan sama, tandem Vettel, Mark Webber mengaku ingin tetap bertahan bersama Red Bull pada musim depan. Kontrak pebalap berusia 34 tahun bersama ‘Banteng Merah’ akan berakhir musim ini.
Prinsipal Red Bull, Christian Horner menyatakan Webber berkeinginan tetap bertahan. Dia mengungkapkan langsung ingin bertahan atau pensiun ketimbang berlabuh ke tim lain.
“Mark telah menyatakan bahÂwa dia ingin membalap bersama kami tahun depan. Dia sangat jelas dengan keinginannya tersebut,†ujar Horner.
Di tempat terpisah, GP BahÂrain akhirnya resmi menarik diri tuan rumah balapan F1 karena alasan gejolak politik yang tidak menentu di negara Teluk tersebut.
Kepastian tersebut disamÂpaikan Ketua Sirkuit InternaÂsional Bahrain, Zayed R AlzaÂyani melalui situs resminya. “Bahrain amat gembira karena Grand Prix 30 Oktober dinyaÂtakan tetap dilaksanakan. Tetapi dengan adanya keputusan terÂakhir dari Dewan Motor Sport Dunia yang membatalkan perÂlomÂbaan, maka kami pun sangat menghormaÂtinya,†kata Alzayani.
Bahrain menyatakan negara dalam keadaan darurat pada pertengahan Maret lalu karena adanya protes berkepanjangan yang melibatkan intervensi militer negara tetangga kawasan Teluk.
[rm]
BERITA TERKAIT: