Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Vettel Uber Podium Keenam

Gejolak Politik Masih Panas, GP Bahrain Dibatalkan

Sabtu, 11 Juni 2011, 06:09 WIB
Vettel Uber Podium Keenam
Sebastian Vettel
RMOL. Pebalap Red Bull Sebastian Vettel bertekad mempertahankan performa terbaiknya dengan selalu naik podium. Baby Schumi itu bertekad meraih kemenangan pertama di Sirkuit Gilles Villeneuve, Kanada, Minggu (12/6) besok.

Pebalap berusia 23 tahun asal Jerman itu masih kokoh di pun­cak klasemen pebalap dengan nilai 143 setelah sukses meraih po­dium pertama di lima seri (Australia, Malaysia, Turki, Spanyol dan Monaco), serta po­sisi kedua di GP China. Vettel unggul 58 poin di depan rival­nya, pebalap McLaren Lewis Hamilton.

Untuk GP Kanada, Vettel ingin memberikan kemenangan perta­ma buat timnya di Sirkuit Gilles Villeneuve. “Kami tampil di tiap lomba seperti biasanya dan ingin menang. Saya bisa saja menga­ta­kan dua pekan lalu di Monaco, ayo kita finis di tempat ketiga dan memenangkan lomba. Na­mun, saya masih ‘lapar’,” kata Vettel.

Vettel menjelaskan kunci kemenangannya adalah pada strategi pemilihan ban. Menu­rutnya, lomba F1 musim ini masih panjang yang membuat timnya harus terus berjuang.

“Mungkin saya akan melaku­kan kesalahan atau mobil men­dapat masalah. Penting bagi ka­mi untuk mendapat poin di sisa lomba. Namun, saat ini kami ingin menang di tiap lomba. Itu ha­rus menjadi target utama kami pekan ini,” ujarnya.

Pada kesempatan sama, tandem Vettel, Mark Webber mengaku ingin tetap bertahan bersama Red Bull pada musim depan. Kontrak pebalap berusia 34 tahun bersama ‘Banteng Merah’ akan berakhir musim ini.

Prinsipal Red Bull, Christian Horner menyatakan Webber berkeinginan tetap bertahan. Dia mengungkapkan langsung ingin bertahan atau pensiun ketimbang berlabuh ke tim lain.

“Mark telah menyatakan bah­wa dia ingin membalap bersama kami tahun depan. Dia sangat jelas dengan keinginannya tersebut,” ujar Horner.

Di tempat terpisah, GP Bah­rain akhirnya resmi menarik diri tuan rumah balapan F1 karena alasan gejolak politik yang tidak menentu di negara Teluk tersebut.

Kepastian tersebut disam­paikan Ketua Sirkuit Interna­sional Bahrain, Zayed R Alza­yani melalui situs resminya. “Bahrain amat gembira karena Grand Prix 30 Oktober dinya­takan tetap dilaksanakan. Tetapi dengan adanya keputusan ter­akhir dari Dewan Motor Sport Dunia yang membatalkan per­lom­baan, maka kami pun sangat menghorma­tinya,” kata Alzayani.

Bahrain menyatakan negara dalam keadaan darurat pada pertengahan Maret lalu karena adanya protes berkepanjangan yang melibatkan intervensi militer negara tetangga kawasan Teluk.  [rm]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA