Hal itu ditegaskan Asisten Pelatih Tim Taekwondo Indonesia, Satriono kepada wartawan di Jakarta, kemarin. Menurutnya, Pengurus Besar Taekwondo Indonesai (PBTI) terus melakukan persiapan, salah satunya dengan mengikuti program
try out ke Korea Selatan dan Pra Olympic di Azerbaijan, Juni mendatang.
“Dengan beberapa kali program
try out, jam terbang dan pengalaman atlet taekwondo Indonesia otomatis bertambah. Kita berharap, mereka bisa menyumbang hasil maksimal di Sea Games seperti yang dibebankan KONI (lima emas),†ujar Satriono. Pihaknya optimis, lima emas bisa diperoleh dari nomor jurus perorangan putri dan campuran.
Untuk Tunggal Putra peluang cukup berat karena Vietnam juara dunia sedang di Beregu Putra, Filipina juga pernah juara dunia. Sementara itu, Ketua Pengprov PB TI Jateng, Sudarsono Chandra menyayangkan, pencoretan atlet taekwondo asal Jawa Tengah Fransisca Valentina dari pra kualifikasi olympic di Ajerbaizan oleh Badan Pembinaan (Binpres) Prestasi PBTI. “Jelas Fransisca adalah salah satu atlet TI berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Dia meraih perunggu di ASIAN Games 2010 dan perak di SEA Games Laos 2009. Sangat sayang kalau dia tidak bisa ikut tryout yang menjadi ajang pemanasan SEA Games,†jelas Sudarsono.
Di tempat terpisah, Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) terus berusaha untuk mendapatkan pengakuan dari KONI Pusat dengan menggelar turnamen Kejuaraan Daerah FKTI Bekasi Cup. Turnamen tersebut diikuti 200 karateka dari Jakarta, Depok dan Bekasi.
“Selama ini FKTI belum diakui sebagai wadah cabang olahraga karate tradisional di Indonesia. Alasan KONI tidak mengakui karate tradisional ini juga tidak masuk akal,†kata Ketua Umum PB FKTI, Sabeth Mukhsin. Padahal, kata Sabeth, di internasional diakui ada dua jenis karate, umum dan tradisional. “Kenapa di Indonesia diharuskan melebur jadi satu (umum saja), sedangkan tradisional tidak diakui,†ujarnya.
“Selain menjadi ajang pembibitan atlet muda, kegiatan ini juga kami lakukan untuk mendapatkan pengakuan dari KONI, agar tidak ada lagi diskriminasi pada atlet kami yang tidak diperbolehkan mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2-
SN), karena tidak terdaftar di KONI,†tegasnya.
[RM]
BERITA TERKAIT: