Sang Naga (The Dragon) diÂunggulkan untuk mengulangi seÂjarah meraih gelar treble winÂner di tahun 2003/2004. Saat itu, PorÂto yang masih di bawah asuÂhan Jose Mourinho meraih treÂble winÂÂners dengan memenangi Liga Champions, sebagai pelengÂkap trofi Liga dan Piala Portugal.
Meski gelar Liga Europa tak sementereng Champions, namun paling tidak pencapaian meraih treble winner merupakan suatu momen langka yang bisa didapat Porto.
Apalagi Porto telah tampil suÂperior dengan tak terkalahkan di lima laga terakhir Liga EuroÂpa, jeÂlas Falcao Cs tak mau meÂngÂakÂhirinya dengan kekalahan.
Trofi Liga Europa tetap akan menjadi pencapaian sempurna buat skuad besutan Andre Villas-Boas, setelah menjuarai Liga PorÂÂtugal tanpa mengalami satu pun kekalahan, dan menyabet troÂfi Piala Portugal.
Meski mendapat predikat unÂderdog, Braga tetap berpotensi meÂÂngancam. Sepanjang perÂjaÂlaÂnannya ke final, The ArcbisÂhops telah mengalahkan dua tim paÂpan atas, Liverpool dan Benfica.
Selain itu, dua kekalahan di liÂga plus belum pernah mengÂangÂkat trofi Liga Europa seÂpanÂjang sejarah klub yang semÂpat mencicipi Liga ChamÂpions perÂtama kali musim ini, memÂberiÂkan motivasi besar buat BraÂga unÂtuk bisa memÂbalikkan prediksi.
“Porto adalah tim yang kuat, jadi wajar mereka diunggulkan. Namun ini adalah laga final, diÂmana dengan inspirasi dan moÂtivasi yang bagus, banyak situasi terjadi yang dapat mewujudkan tujuan anda. Inilah mengapa kaÂmi percaÂya bisa meÂnang,†ujar pelaÂtih Braga, Domingos PacienÂcia, yang pernah bermain memÂbela Porto di taÂhun 1987 s/d 1997.
Kendati demikian, Braga mesÂti memperÂhaÂtikan track record dengan Porto. Musim ini Porto telah dua kali memÂpeÂcundangi The ArcbiÂshops, yakni 3–2 dan 2–0. KehilangÂan Jorge Fucile dan Christian Rodriguez akibat cedera tak terlalu meÂngurangi kekuatan Porto, mengingat duo striker mereka sang top skor Liga Europa RadaÂmel Falcao, dan striÂker asal BraÂzil Hulk siap tampil.
[RM]
BERITA TERKAIT: