Perebutan jatah tersebut tiÂdakÂlah mudah, karena tim beÂsutÂan Kenny Dalglish itu harus berÂhadapan dengan Tottenham HotÂspur yang mempunyai misi sama yaitu berlaga di Liga Europa. MaÂlam ini, mereka akan bertempur di markas Liverpool, Stadion Anfield.
The Reds duduk di peringkat liÂma yang merupakan satu- saÂtunya jatah liga Europa lewat torehan 58 poin, terpaut dua angÂka dari Spurs yang menjadi penghuni peringkat enam.
Jika ingin tampil di liga EuÂropa, Spurs wajib meraih tiga poin atas Liverpool, misi yang terbilang tak mustahil buat
The Lilywhites mengÂingat di pertemuan perÂtaÂma mereka berhasil memÂbekuk Liverpool dengan skor 2-1 di White Hart Lane.
Kenyataannya, Liverpool leÂbih diunggulkan untuk menang atas laga ini. Tak hanya karena bermain di hadapan pendukung sendiri, penampilan
The Kop yang tak terkalahkan di lima laga terakhir sangat kontras dengan Spurs yang tak pernah lagi meÂngeÂcap kemenangan seusai diÂsingÂkirkan Real Madrid dengan telak dari perempat final liga Champions.
Reds juga makin pede setelah disahkannya Dalglish sebagai maÂnajer permanen. Sang kapten SteÂven Gerrard yakin bahwa King Kenny yang dikontrak selaÂma tiga tahun itu bakal memÂbawa kesuksesan lagi buat Liverpool.
Kenny sudah mengangkat suÂporÂter, pemain dan semua yang terÂkoneksi dengan klub dan seÂkaÂrang kami bisa memandang masa depan yang cerah. Saya yaÂkin ekspektasi akan sangat tinggi tapi kami hanya harus meÂlanÂjutkan apa yang telah dilakukan dalam enam bulan terakhir,†ujar Gerrard di
Soccernet.Penderitaan buat Spurs makin bertambah mengingat mereka tampil tanpa sang
wingback kiri andalan, Gareth Bale, yang harus mengakhiri musim lebih awal usai mendapat tackle keras dari kaÂpten Blackpool, Charlie Adam, dalam laga akhir pekan lalu. Memang masih ada Rafael Van Der Vaart sebagai motor seÂrangan yang lain, namun gelanÂdang asal Belanda itu terlihat meÂngendur sejak pergantian tahun.
Kendati demikian, gelandang Luca Modric masih optimis Spurs mampu mengalahkan si emÂpunya stadion. Penampilan impresif Spurs saat melawan ManÂchester City pada tengah pekan lalu, meski akhirnya kalah lewat gol bunuh diri Peter CrouÂch, harus kembali diulang jika ingin tampil di liga Europa.
“Saya harap kami bisa meÂngulang performa yang kami tamÂpilkan di City, tapi kali ini dengan hasil yang tepat. Itu akan menunjukkan siapa kami sebeÂnarnya. Kami gagal lolos ke Liga Champions, tapi kami sekarang perlu bertarung untuk tempat kelima. Kami perlu menunÂjukÂkan karakter kami,†cetus peÂmain asal Kroasia itu.
Chelsea vs NewcastleDi tempat terpisah, isu pemeÂcatan menghantui pelatih ChelÂsea, Carlo Ancelotti saat memÂbaÂwa timnya menghadapi NewÂcastle United di Stamford Bridge malam ini. Namun, Don Carletto menyanggah laga tersebut sebaÂgai laga perpisahan.
Isu pemecatan yang sudah terdengar sejak beberapa pekan lalu, wajar kalau kemudian munÂcul kabar yang menyebut laga kontra The Magpies akan jadi pertandingan perpisahan AnÂcelotti dengan fans Chelsea.
“Saya tak mau berpikir kalau itu akan menjadi pertandingan kandang terakhir saya. Saya tak tahu apa yang akan terjadi deÂngan masa depan saya, tapi saya tidak gugup. Saya kalem, saya santai,†kata Ancelotti seperti diberitakan BBC.
Setelah musim lalu meraih dua gelar, tahun ini Ancelotti meÂnyuÂdahi musim kompetisi dengan tangan kosong. Kalah atas Everton di Piala FA, John Terry cs tak sanggup bersaing dengan Manchester United di Premier League dan Liga Champions.
Meski berada dalam tekanan, Ancelotti msih dapat dukungan dari pemain-pemain Chelsea. Kondisi yang membuat dia diÂangÂgap masih berpeluang memÂpertahankan kursinya di muÂsim depan.
“Saya pikir saya punya huÂbungan yang baik dengan peÂmain. Tapi saya tak berpikir kaÂlau itu akan menjadi masalah beÂsar musim depan jika saya tidak berada di sini. Saya harap, tentu saja, untuk bertahan di sini. Tapi ada banyak pelatih lain dan meÂreka juga akan punya hubungan yang baik,†katanya.
BERITA TERKAIT: