Atas kondisi ini, bekas pemain timnas ini meÂngaku hanya bisa pasrah. BusÂtomi adalah salah satu dari seÂjumlah pemain Arema yang belum menerima hak 2,5 bulan gaÂji musim ini, selain tungÂgakan 2,5 bulan gaji yang sehaÂrusnya dia terima musim lalu.
“Memang benar sebagian dari pemain musim kemarin, termaÂsuk saya, gajinya ditunggak 2,5 bulan. Musim ini sudah ditungÂgak 2,5 bulan juga,†aku BustoÂmi, kemarin.
Bustomi mengaku, para pemain sudah terlalu lelah untuk meÂnuntut hak yang seharusnya meÂreka dapatkan. Janji yang diÂucapkan pengurus bahwa gaji akan segera dibayar, tidak terwuÂjud sampai sekarang.
“Sudah capek sendiri. DijanjiÂkan terus tapi tidak ada realisasi. Kita sudah ketemu sama penguÂrus, mereka bilang ini tanggung jaÂwab manajemen. Tapi sampai seÂkarang tidak ada realisasinya,†keluh peÂmain timnas Indonesia itu.
Melihat upaya-upaya yang mereka lakukan, mulai dari mengadu ke pengurus sampai membuka masalah ini ke media, tidak berhasil, Bustomi dan kaÂwan-kawan mengaku pasrah.
“Teman-teman inginnya meÂnyeÂleÂsaikan saja sampai komÂpetisi usai. Harapannya sih cepat seleÂsai. Saat ini kita syukuri saja apa adaÂnya. Makin menuntut cuma meÂmÂbuat kita makin emoÂsi,†kata Bustomi.
LelangSementara itu untuk menyeleÂsaikan krisis pendanaan di tubuh Arema, Yayasan Arema siap meÂlelang klub asal Malang tersebut. Harga yang ditawarkan Rp 20 miliar.
“Arema siap dilelang. Ini untuk mengatasi krisis yang meÂÂnimpa Arema sekarang. SiÂlakan bagi para pengusaha yang siap membelinya,†kata KeÂtua YaÂyasan Arema, MuhamÂmad Nur, kemarin.
Tim juara bertahan Liga Super Indonesia (LSI) itu kini meÂmang sudah memiliki utang seÂbeÂsar Rp 5 miliar. Gaji pemain suÂdah tidak dibayar selama 1,5 buÂÂlan. Selain itu sebanyak 13 karÂyawan juga belum gajian.
Apakah saham Arema akan dilelang secara keseluruhÂan? M Nur belum bisa menjelasÂkan. “Soal itu masih akan dibiÂcarakan lebih lanjut dengan peÂngurus lainnya.â€
[RM]
BERITA TERKAIT: