Menurutnya, di GP Malaysia lalu terlalu banyak serpihan ban (marbles) yang bertebaran di trek Sepang. Hal ini tentunya sangat mengganggu ketika mobil bermanuver di tikungan.
“Balapan di Malaysia lebih sulit daripada GP Australia. Jika kondisinya terus begini, kami akan kesulitan membalap di KaÂnada, Singapura atau Monaco,†ujar pebalap Spanyol itu di AutoÂsport.
“Ketika mobil sedang berderet di tikungan tajam saat perteÂngaÂhan lap, kemungkinan besar akan berserakan serpihan ban, ini sangat membahayakan pebalap,†tambah tandem Felipe Massa itu.
Selain Alonso, beberapa pebaÂlap F1 sebelumnya sudah meÂngeluhkan performa ban Pirelli yang tidak mampu bertahan laÂma saat sesi tes musim dingin, akiÂbatnya para pebalap terpaksa maÂsuk pit stop lebih dari satu kali untuk mengganti si ‘Karet BunÂdar’ yang mulai gundul.
Tapi, kubu Pirelli tidak yakin dan menduga masalah itu diseÂbabÂkan oleh suhu yang lebih renÂdah di Eropa pada saat itu.
“Malaysia adalah sirkuit yang sangat panjang. Anda bisa meÂmanfaatkan mobil saat trek luÂrus, tapi akan ada beberapa keÂsulitan di beberapa trek sempit nanti. Kami sangat perlu berhati-hati, termasuk waspada soal ban,†tambah Alonso.
Alonso pun meminta Pirelli muÂlai bekerja dan berusaha unÂtuk memperbaiki situasi ini unÂtuk menghadapi seri-seri beriÂkutÂnya.
Sementara Direktur Pirelli unÂtuk F1 Paul Hembery meÂngaÂtakan jika serpihan karet ban yang terjadi di Malaysia, tidak sama deÂngan yang terlihat dalam sesi pengujian musim dingin lalu.
“Kondisinya sedikit berbeda. Kami telah melawati pengujian besar di musim dingin. Saat itu yang terjadi adalah serpihan daÂlam bentuk lebih besar, daripada yang ada di Malaysia,†kilahnya. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: