Komite ini adalah kepanjang taÂnganan dari FIFA dan kepuÂtusÂan yang diambil dari tim ini suÂdah final dan tidak boleh bertenÂtangÂan dengan kebijakan FIFA. SeÂperti diungkapkan Sekretaris DPP Partai Demokrat bidang PeÂmuda dan Olahraga, Munadi HerÂÂlambang, amanah FIFA unÂtuk membentuk komite norÂmaÂliÂsasi yang dipimpin Agum GuÂmelar, harus diapresiasi. Itu meÂrupakan solusi efektif guna menÂcegah perpecahan di tubuh PSSI.
â€Saya kira, FIFA sudah tepat. Tinggal kita tunggu saja, Komite Normalisasi ini meÂlaÂkukan seÂjumÂlah programnya. TenÂtunya daÂlam rangka meÂnyeÂlaÂmatkan sepak bola nasional,’’ tuturnya.
Sangat menjadi harapan bangÂsa jika ada bekas pemain naÂsioÂnal bisa mencalonkan diri menÂjadi ketua umum PSSI kali ini, apalagi empat bakal calon ketua umum PSSI yang lalu dilarang muncul kembali oleh FIFA.
Dirinya juga mewanti-wanti agar Komite Normalisasi mamÂpu bersikap hati-hati dan bijak daÂlam menjalankan amanah terÂseÂbut. Termasuk menentukan staÂtus Liga Primer Indonesia (LPI) yang disebut FIFA sebagai â€the run away league’’.
â€Harus diingat bahwa LPI lahir karena kekecewaan masyaÂrakat terhadap keberadaan ISL (Indonesia Super League) yang di bawah kontrol ketat PSSI atau Nurdin Halid. LPI juga positif dalam mendukung lahirnya bibit baru. KN akan sangat hati-hati daÂlam mencermati perkemÂbangÂan LPI,’’ tuturnya.
Realitasnya, ucap Andi seÂbutan akrab Munadi HerlamÂbang, masyarakat Indonesia memÂberikan respek positif terhaÂdap munculnya LPI. Dalam wakÂtu sekejab, tiga dari 19 klub peÂserta ISL, menyatakan duÂkungÂannya. Demikian pula antuÂsiasÂme pecinta bola terlihat meÂmeÂnuhi stadion tempat digelarnya LPI.
‘’Tetapi, saya percaya, komite normalisasi di bawah Agum GuÂmeÂlar bisa mengerti dan memÂbaca. Bagaimana suasana yang terjadi. Bahwa LPI ada guna meÂnyelamatkan dunia sepak bola nasional. Bukan dalam rangka meÂnandingi keberadaan ISL,’’ tegasnya.
Menurutnya, keberadaan LPI telah mendapat pengakuan dari pihak FIFA. Itu tercermin dalam keputusan FIFA yang menyebut LPI sebagai ‘’the run away leaÂgue’’. Bahwa liga yang dibesut pengusaha Arifin Panigoro itu, diÂharapkan mampu memÂperÂcepat laju perkembangan sepak bola Indonesia.
â€Saya kira, itu harus kita perÂhaÂtikan. Bahwa LPI sudah menÂdaÂpat pengakuan FIFA. HaÂrusÂnya masyarakat bola tanah air seÂpakat dengan FIFA,’’ tukasnya. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: