Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

KN Harus Bijak Cermati LPI

Minggu, 10 April 2011, 00:41 WIB
KN Harus Bijak Cermati LPI
liga primer indonesia (lpi)
RMOL.Keputusan FIFA mem­ben­tuk Komite Normalisasi (KN) guna menyelesaikan kemelut di tubuh PSSI, sangatlah tepat. Ko­mite itu merupakan bentuk ap­resiasi terhadap pecinta bola In­do­nesia yang menginginkan re­formasi di tubuh PSSI.

Komite ini adalah kepanjang ta­nganan dari FIFA dan kepu­tus­an yang diambil dari tim ini su­dah final dan tidak boleh berten­tang­an dengan kebijakan FIFA.  Se­perti diungkapkan Sekretaris DPP Partai Demokrat bidang Pe­muda dan Olahraga, Munadi Her­­lambang, amanah FIFA un­tuk membentuk komite nor­ma­li­sasi yang dipimpin Agum Gu­melar, harus diapresiasi. Itu me­rupakan solusi efektif guna men­cegah perpecahan di tubuh PSSI.

”Saya kira, FIFA sudah tepat. Tinggal kita tunggu saja, Komite Normalisasi ini me­la­kukan se­jum­lah programnya. Ten­tunya da­lam rangka me­nye­la­matkan sepak bola nasional,’’ tuturnya.

Sangat menjadi harapan bang­sa jika ada bekas pemain na­sio­nal bisa mencalonkan diri men­jadi ketua umum PSSI kali ini, apalagi empat bakal calon ketua umum PSSI yang lalu dilarang muncul kembali oleh FIFA.     

Dirinya juga mewanti-wanti agar Komite Normalisasi mam­pu bersikap hati-hati dan bijak da­lam menjalankan amanah ter­se­but. Termasuk menentukan sta­tus Liga Primer Indonesia (LPI) yang disebut FIFA sebagai ”the run away league’’.

”Harus diingat bahwa LPI lahir karena kekecewaan masya­rakat terhadap keberadaan ISL (Indonesia Super League) yang di bawah kontrol ketat PSSI atau Nurdin Halid. LPI juga positif dalam mendukung lahirnya bibit baru. KN  akan sangat hati-hati da­lam mencermati perkem­bang­an LPI,’’ tuturnya.

Realitasnya, ucap Andi se­butan akrab Munadi Herlam­bang, masyarakat Indonesia mem­berikan respek positif terha­dap munculnya LPI. Dalam wak­tu sekejab, tiga dari 19 klub pe­serta ISL, menyatakan du­kung­annya. Demikian pula antu­sias­me pecinta bola terlihat me­me­nuhi stadion tempat digelarnya LPI.

‘’Tetapi, saya percaya, komite normalisasi di bawah Agum Gu­me­lar bisa mengerti dan mem­baca. Bagaimana suasana yang terjadi. Bahwa LPI ada guna me­nyelamatkan dunia sepak bola nasional. Bukan dalam rangka me­nandingi keberadaan ISL,’’ tegasnya.

Menurutnya, keberadaan LPI telah mendapat pengakuan dari pihak FIFA. Itu tercermin dalam keputusan FIFA yang menyebut LPI sebagai ‘’the run away lea­gue’’. Bahwa liga yang dibesut pengusaha Arifin Panigoro itu, di­harapkan mampu mem­per­cepat laju perkembangan sepak bola Indonesia.

”Saya kira, itu harus kita per­ha­tikan. Bahwa LPI sudah men­da­pat pengakuan FIFA. Ha­rus­nya masyarakat bola tanah air se­pakat dengan FIFA,’’ tukasnya. [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA