Di Liga Europa musim ini, poÂsisi Villarreal dijadikan unggulan keÂdua untuk menjadi juara seÂtelah FC Porto yang menjadi kanÂdidat juara utama. Pemilihan itu bukan tanpa alasan, Porto dan Villarreal dianggap sebagai kubu yang punya pengalaman dan kualitas pemain terbaik dibanÂding klub–klub lain yang tersisa di kompetisi Eropa kasta kedua ini.
Duet ujung tombak Villarreal, Giuseppe Rossi dan Marco Ruben, menjadi sepasang penyeÂrang yang sangat sulit diredam klub manapun penghuni fase
knock out. Khusus Rossi, media BeÂlanda
De Telegraaf menjuÂlukiÂnya sebagai bomber mungil yang “kerap tak terlihatâ€. JuÂlukan ini disematkan ke peÂnyeÂrang asal Italia itu karena postur tubuh keÂcilÂnya membuat lawan kerap meÂmandang sebelah mata.
Rossi tampil impresif saat Villarreal mengalahkan Bayern Leverkusen di kandang sendiri paÂda babak 16 besar. Striker 24 tahun itu menyumbang satu gol dan satu assist untuk meÂnakÂlukÂkan Leverkusen dengan skor 2–1.
Sementara itu, Twente dalam piÂhak yang tak diuntungkan daÂlam laga ini. Selain harus keÂhilangan striker Marc Janko akibÂat cedera, juara bertahan Eredivisie ini juga punya catatan selalu kalah dalam dua kunÂjungan ke ranah Spanyol.
Catatan yang buruk mengingat skuad besutan Michel Preud homÂme ini menghadapi lawan yang sangat kuat di kandang, dengan memenangkan semua laga di El Madrigal pada turÂnaÂmen Liga Europa ini.
“Kami punya kesempatan meÂngangkat trofi Liga Europa ini, seperti setiap tim yang tersisa di komÂpetisi ini. Di dua putaran terÂakhir, kami tampil bagus meÂlawan lawan yang tangguh dan seÂkarang kami menghadapi Twente. Laga ini bakal sangat terÂbuka bagi kedua tim dengan keÂpercayaan mampu lolos ke semifinal,†ucap kiper Villarreal Diego Lopez.
[RM]
BERITA TERKAIT: