Pendapat Cruyff dalam koÂlom mingguannya di
El PeÂrioÂdico de Catalunya itu sama seÂkali tak mengatakan Madrid bakal tersingkir oleh tim kuda hitam Tottenham Hotspur di perempat final sehingga El Classico batal tergelar.
Dutch Wonder, julukan Cruyff justru mengkhaÂwaÂtirÂkan kans bekas klubnya melaÂju ke babak empat besar. Barca terÂundi melawan Shakhtar DoÂnetsk, dan menurut Cruyff, wakil Ukraina itu adalah tim yang bisa mengubur mimpi BaÂrca di liga Champions musim ini.
Statistik mencatat, dari enam kali pertemuan kedua kubu, Shakhtar bisa mencuri dua kemenangan dan sekali imÂbang. Hasil lumayan mengÂingat status Barca saat ini seÂbaÂgai tim terkuat di Eropa. PaÂda Piala Super Eropa 2009, BarÂca sampai harus melewati maÂsa perpanjangan waktu unÂtuk keluar sebagai pemenang.
Bahkan dalam lawatannya dua musim lalu ke Ukraina, saat Barca jadi juara, Shakhtar bisa mengalahkan klub CaÂtalan itu di Camp Nou dengan skor 3-2. Apalagi Barca punya reÂkor yang tak bagus-bagus amat saat bertemu wakil UkÂraina dengan kalah lima dari 10 pertemuan.
“Saya tak yakin Barcelona dan Real Madrid akan bertemu di semi-final Liga Champions. Bukannya saya berpikir Real Madrid akan tereliminasi. JusÂtru Barcelona yang saya khaÂwatirkan,†ujar Cruyff. “Saya tak tahu apa yang harus dianÂtiÂsipasi dari Shakhtar. Gaya TotÂtenham akan sempurna untuk Madrid, tapi Shakhtar adalah tim yang sangat berÂbeda. Mereka jauh lebih berÂbaÂhaya,†tegasnya.
Penampilan Shakhtar di LC musim ini tak bisa dianggap remeh. Skuad besutan Mircea Lucescu tersebut berhasil lolos dari fase grup sebagai juara grup dengan mengangkangi Arsenal. Di 16 besar, mereka mamÂpu mengalahkan raksasa Italia AS Roma, baik kandang dan tandang. Dengan hasil ini, Shakhtar bisa optimis mengÂhadapi Barca kendati mereka tak diunggulkan.
[RM]
BERITA TERKAIT: