PSSI membantah kabar yang meÂnyatakan bahwa PO itu teÂlah direkayasa maupun ditolak oleh FIFA. Hal ini dinyatakan Sekjen PSSI Nugraha Besoes di Kantor PT Liga Indonesia, KuÂningan, Jakarta, kemarin.
“Beberapa jam sebelum KongÂres PSSI di Pekanbaru, kami telah mengÂkoorÂdiÂnaÂsiÂkannya dengan utusan FIFA dan AFC. Lalu mereka meÂminta kami memegang draf awal yang telah dibalas FIFA. Draf itu memang ada beberapa coretan dan mereka minta agar tak diabaikan,†kata Nugraha.
Menurut Nugraha, berÂdasarkan balasan dari FIFA, meÂmang ada banyak permiÂnÂtaÂan perubahan dalam draf PO terÂsebut. Salah satunya, meÂngeÂnai jumlah anggota Komite PeÂmilihan yang semula tujuh orang, menjadi ditambah tiga angÂgota pengganti. Begitu juga dengÂan anggota Komite BanÂding, diminta untuk diÂtamÂbahÂkan dua anggota pengganti.
“Mereka hanya berpesan, jiÂka ada hal-hal krusial, harus diÂsesuaikan dengan FIFA ElecÂtoral Code,†ujar Nugraha.
Sementara beredar kabar utuÂsan FIFA Frank Van Hattum yang sempat hadir di PeÂkanÂbaru telah mengirimkan penÂjelasan kepada Ketua Bidang OrÂganisasi KOI Pusat Timbul ThoÂmas Lubis bahwa pÂiÂhakÂnya tidak berwenang untuk memberikan komentar pada Kongres PSSI.
“Saya tidak berwenang unÂtuk membuat komentar pada kongres PSSI. Posisi saya adaÂlah sebagai salah satu pengÂamat, dan dengan demikian seÂmua komentar yang diperlukan dari FIFA akan melalui Thierry Regenass selaku Direktur AngÂgota Asosiasi dan PeÂngemÂbangÂan FIFA,†sebut Van HatÂtum dalam surat elektroniknya yang juga ditujukan kepada Thierry Regenass, Rita SuÂboÂwo (Ketua KOI) dan Arie Ariotedjo.
Van Hattum menambahkan bahwa dirinya sama sekali tak pernah memberikan perÂnyaÂtaan kepada media dan dengan deÂmikian jika ada pernyataan yang dikaitkan dengan dirinya adalah palsu.
[RM]
BERITA TERKAIT: