Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

5 Pemain De Jong Berpotensi Naturalisasi

Minggu, 20 Maret 2011, 01:06 WIB
5 Pemain De Jong Berpotensi Naturalisasi
RMOL. Direktur Badan Tim Na­sio­nal (BTN) PSSI, Iman Arif me­ngatakan, ha­nya tiga sampai lima pemain De Jong Indonesia (DJI) yang ber­po­tensi menjadi pemain timnas. Itu­pun harus dilihat terlebih da­hu­lu dalam beberapa kali uji­co­ba.

“Kalau untuk sekali per­tan­ding­an saya rasa belum. Kita per­lu melihat mereka beberapa ka­­li pertandingan. Potensi sih ada. Kalau kita lihat tadi ada s­e­kitar 3 sampai 5 pemain yang ber­­po­tensi,” ujar Iman seusai per­­tan­dingan persahabatan an­tara De Jong Indonesia versus Pe­lita Jaya U-21 yang berakhir dengan ke­dudukan imbang 1-1 di Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, BTN membuka pe­luang buat siapa saja yang ingin membela tim Merah Putih. Selain syaratnya memiliki garis keturunan Indonesia, juga harus lolos seleksi.

De Jong Indonesia (DJI) merupakan tim yang dihuni  para pemain Belanda ke­tu­runan In­donesia. Setelah ber­kunjung ke Maluku, Ambon, DJI kini berada di Jakarta guna men­jalani berbagai kegiatan.

Kemarin, DJI melakukan per­tandingan persahabatan melaw an Pe­lita Jaya U-21 yang berakhir 1-1. Gol DJI dipers­em­bah­­kan Michael Van Vin se­dang­kan gol balasan Pe­lita Jaya U-21 diciptakan  Riyadi.

Dalam pertandingan kemarin, Pelita Jaya juga diperkuat pe­main muda yang akan dinatu­ra­lisasi, Diego Michelis.

Sebelumnya DJI berkunjung ke kantor Menegpora di Se­na­yan, Jakarta. Saat ditanya staf ahli Menpora, Ivana Lie, siapa yang ingin membela timnas In­do­nesia, seluruh pemain se­rem­pak langsung tunjuk tangan.

Sementara itu, tentang Ok­to­­via­nus Maniani dan Boaz Sa­los­sa yang dicoret dari timnas, Iman mengatakan kedua pemain ter­sebut masih memiliki ke­sem­patan untuk kembali bergabung di timnas.

“Yang pasti mereka masih me­miliki kesempatan untuk kem­bali ke timnas. Rencananya kita akan melakukan pendekatan dengan mereka,” jelasnya.

BT, kata Iman,N masih mem­butuhkan tenaga mereka untuk menambah daya dobrak timnas.

“Jujur saja pemain seperti Okto memang bagus. Mu­­dah-mudahan dengan adanya pende­ka­tan nantinya tidak ada ma­salah,” harapnya.

Okto dan Boaz dicoret pelatih Alfred Riedl karena dinilai tidak disiplin. Namun, potensi keduanya dinilai masih yang terbaik di tanah air. Boaz saat ini menjadi top skorer Liga Super Indonesia.   [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA