Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

PSSI Konsen Di Hajatan AFF

Selasa, 01 Maret 2011, 01:10 WIB
PSSI Konsen Di Hajatan AFF
Nugraha Besoes
RMOL.PSSI tetap fokus untuk meng­gelar dua even yang sudah di­te­tap­kan oleh Federasi Sepakbola Asia Tenggara atau AFF, yakni AFF Futsal Championship dan U23 AFF Championship. AFF Futsal Championship digelar per­tengahan April di Cibubur, Ja­karta, sementara U-23 AFF di­langsungkan pertengahan Juli di Palembang, Sumsel.

Kedua even tersebut sama-sa­ma diikuti lima negara. “Kita ha­rus tetap konsentrasi untuk me­lak­sanakan dua kegiatan ter­se­but, terutama kejuaraan futsal yang waktunya sudah semakin de­kat,” ungkap Sekjen PSSI Nugraha Besoes, kemarin.

PSSI ditunjuk sebagai tuan rumah even yang masuk dalam ka­lender tetap AFF tersebut pada per­temuan anggota dewan atau Councill Meeting AFF bulan lalu. Nugraha Besoes adalah sa­lah satu anggota dewan asal In­do­nesia bersama Ibnu Munzir.

Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah AFF Futsal Cham­pion­ship dan U23 Championship tak terlepas dari suksesnya pe­nye­lenggaraan babak penyi­si­han, semifinal dan final Suzuki AFF Championship baru lalu. In­donesia adalah pasar potensial ba­gi kegiatan sepakbola, tak ter­kecuali untuk tingkatan Asia Tenggara.

Sebagai catatan, jumlah pe­non­ton yang menyaksikan final AFF Suzuki Cup 2010, yang di­gelar 29 Desember di Stadion Uta­ma Gelora Bung Karno, Se­na­yan, termasuk yang tertinggi di dunia.

Jumlah penonton yang me­nyak­si­kan final leg-2 AFF Su­zuki Cup antara Indonesia deng­an Malaysia itu melampaui rekor penonton pada final Piala Asia 2007 di tempat yang sama, yang hingga kini disebut AFC sebagai salah satu rekor penonton ter­ting­gi sepanjang sejarah sepak­bola Asia.

Nugraha menje­las­kan, In­donesia adalah salah satu ne­gara berkembang yang po­ten­si se­pakbolanya sangat di­bang­ga­kan baik oleh AFC maupun FIFA. Tidak mengherankan jika AFC dan FIFA sama-sama me­na­ruh kepedulian yang tinggi ter­hadap Indonesia. Bantuan-ban­tuan yang diberikan oleh AFC dan FIFA untuk pengem­banga­n se­pakbola di Indonesia re­latif le­bih banyak dibanding yang di­be­rikan ke negara lain, misalnya ban­tuan untuk kursus per­wa­si­tan,  pelatihan, dan se­bagainya.

Menurut keterangan Dali Ta­hir, Deputi Sekjen Bidang Luar Negeri PSSI, sebenarnya me­mang lebih banyak kemudahan atau fasilitas yang diperoleh In­donesia setelah PSSI resmi mengadopsi Statuta FIFA. “Me­reka lebih cepat merespons per­min­taan atau proposal yang kita aju­kan untuk pengembangan per­se­pakbolaan nasional dan dae­rah,” jelas Dali Tahir. [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA