Montella yang setelah penÂsiun menjadi pelatih junior RoÂma ditunjuk sebagai pengganti ClauÂdio Ranieri yang mundur seÂtelah gagal memperbaiki perÂforÂma Srigala Ibukota. PeÂnunjukkan Montella sedikit meÂraÂgukan kaÂreÂna tak punya pengalaman meÂlatih di tim seÂnior. Namun peÂlaÂtih yang seÂmaÂsa jadi pemain terkenal dengÂan selebrasi gol ala kapal terbang (
l’Aeroplanino) ini mampu menjawab keraguan tersebut.
Pria berusia 36 tahun terÂseÂbut meÂraih kemenangan di laga perdananya sekaligus mengÂakhiÂri hasil buruk Roma lewat gol seÂmata wayang DaÂniele De Rossi (45’) di kanÂdang BoÂlogÂna, paÂdahal MonÂtelÂla hanya punya wakÂtu dua hari untuk memÂperÂsiapÂkan timÂnya. Tak heran, seÂusai perÂtandingan Montella mengaku sangat emosional meÂnyambut kemenangan perÂdaÂnaÂnya itu.
“Saya merasakan emosi yang kuat, tetapi hanya saat perÂtanÂdingan berakhir. Sebelum itu, saya bersikap tenang. Sangat sulit dalam mempersiapkan seÂmuanya hanya dalam dua hari,†ujar Montella.
Dalam laga tersebut, MonÂtelÂla membuat keputusan konÂtroÂversial dengan mencadangkan ikon Roma Francesco Totti seÂbagai
starter. Tak hanya itu, Montella juga memarkir starter lainnya seperti Jeremy Menez, Julio Sergio, dan Juan.
Mengenai keputusannya itu, Montella punya alasan sendiri. Menurutnya, posisi sang kapÂten sebagai striker tidak sesuai dengan strategi Montella yang lebih memaksimalkan sektor sayap untuk meredam strategi Bologna.
“Untuk pertandingan ini, tim tidak bisa bermain dalam konÂsep
tridente meski Totti sedang tampil bagus,†ujar Montella diÂkutip dari Football-Italia. “MenÂcadangkan Totti meruÂpaÂkan keputusan yang berÂdaÂsarÂkan alasan teknis dan Totti baik-baik saja. Saya yakin dia akan segera menjadi
starter di forÂmasi saya,†pungkasnya.
[RM]
BERITA TERKAIT: