Hal ini tak terlepas dari turun tangannya elit politik, yang membÂuat PSSI kini diambang menÂdapat sanksi dari FIFA. “Jangan-jangan pertandingan InÂdoÂnesia vs Turkmenistan di PaÂlembang adalah pertandingan terakhir yang bisa kita tonton, sebab akibat sanksi FIFA itu timnas kita memang dilarang berpartisipasi di seluruh even FIFA dalam beberapa tahun ke depan, hingga hukuman untuk kita direhabilitasi. Harusnya elit-elit politik lebih memikirkan hal itu, jangan hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri,†tegas Hariman, kemarin.
Hariman menegaskan, bila Âbenar FIFA menjatuhkan sanksi, maka yang rugi sebenarnya bukan haÂnya PSSI. Akan tetapi, peÂmeÂrinÂtah sendiri. FIFA mengÂisyaÂratÂkan, apakah pemerintah tidak meÂmikirkan kepentingan rakyat, sebab sepakbola adalah olahraga rakyat.
“Jangan sampai rakyat yang berÂgerak karena kebodohan elit politik ini,†tegas Hariman.
Hariman mengakui, mereka bicara bukan karena ingin memÂbela tokoh-tokoh di PSSI seperti NurÂdin Halid atau Nirwan BaÂkrie. Mereka lebih peduli kepada kepentingan sepakbola sebagai olahraga pemersatu rakyat.
“Saya tak peduli siapa yang meÂmimpin PSSI. Hal itu seÂrahÂkan saja kepada mekanisme yang berlaku, sebab saya tahu beÂÂnar sepakbola memang sudah punya aturannya sendiri, yakni atuÂran dari FIFA,†tegas HaÂriÂman, seraya menunjukkan StaÂtuÂta PSSI serta Regulations StanÂdard Electorall Code FIFA yang menjadi dasar dalam penetapan calon-calon ketua umum PSSI.
Hariman yang juga bekas angÂgota Dewan Pakar PSSI 2003-2007 khawatir bila PSSI kena ban dari FIFA maka sepakbola InÂdonesia kembali ke zaman ‘tarÂkam’.â€Sepakbola kita dapat kembali ke zaman saya dulu. Kita seperti main di tingkat ‘tarÂkam’ saja. Saya tidak tahu apa elit poltik kita memahami maÂsaÂlah ini. Yang jelas, sayang sekali jika pemahamannya tak sampai ke sana,†tegas Hariman, tokoh Malari 1974 itu.
Elit politik yang dimaksud HaÂriman tampaknya adalah MenÂpora Andi Alifian Mallarangeng. Senin (21/2) lalu, Menpora bersama Ketua KON/KOI Rita SuÂbowo secara terbuka melonÂtarkan “nota keprihatinan†peÂmeÂrintah yang berisi 25 butir perÂnyataan yang sebagian besar isinya mengisyaratkan ketiÂdakÂperÂcayaan akan kepemimpinan PSSI.
[RM]
BERITA TERKAIT: