IFW adalah ICW-nya sepakÂboÂla Indonesia. Pembentukan IFW yang sudah disahkan dengÂan akta notaris itu kemarin, diÂmakluÂmatÂkan kepada publik, ÂsÂuÂpaya maÂsyaÂrakat, terutama paÂra stakeholders atau pemangku keÂpentingan seÂpakÂbola, merasa tidak sendirian daÂlam mengÂawaÂsi persepakbolaan naÂsional, terÂmasuk pengeÂloÂlaanÂnya oleh PerÂsaÂtuan Sepakbola Seluruh InÂdoÂnesia (PSSI).
Lalu, apa yang melatari lahirÂnya IFW? Bila kelahiran ICW diÂpicu oleh maraknya kasus koÂrupÂsi di Indonesia, maka kelaÂhiÂraÂn IFW salah satunya juga diÂlaÂtari oleh karut-marutnya pengeÂloÂlaÂan sepakbola di Indonesia, terÂmaÂsuk terjadinya penyimÂpangÂan-peÂnyimÂpangan dalam duÂnia peÂrÂsepakbolaan nasional, di antaranya ialah suap-menyuap dan korupsi yang marak dalam setiap perÂtanÂdingan sepakbola, seÂperti dalam rekayasa atau pengaturan skor, jadÂwal, wasit, inspektur perÂtanÂdingan, dan sebagainya.
“Kami akan melakukan pengÂawaÂsan terhadap kegiatan dan pengelolaan sepakbola nasional. KerÂjaan pertama kita adalah akan mengirim surat ke FIFA untuk menanyakan statuta PSSI apakah sesui dengan statuta FIFA. Yang kedua kita akan meÂngiÂrim surat juga kepada preÂsiÂden Susilo Bambang Yudhoyono unÂtuk turun tangan tapi bukan intervensi,†kata Ketua MPSI, Sumaryoto kemarin.
MPSI atau yang juga disebut seÂbagai Indonesian Football Watch (IFW) ini diharapkan daÂpat bekerja untuk bisa mengemÂbaÂliÂkan roh sepakbola yang sebeÂnarÂnya di Indonesia. “Kita berÂhaÂrap nantinya akan bisa berÂkemÂbang dibagi dalam bidang-bidang pengawasan yang ada,†kata Sumaryoto.
Menurutnya, bidang-bidang yang cukup penting masuk daÂlam organisasi ini adalah bidang pengawasan korupsi, pengÂawaÂsan pemanfaatan Anggaran PenÂdapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada klub sepakbola, serta rekayasa pertandingan.
“Diharapkan nantinya hal-hal seperti itu bisa mendapatkan pengÂawasan dengan baik,†ujar Sumaryoto.
Dengan adanya tugas baru ini, SuÂmaryoto ingin melepaskan penÂcaÂlonan dirinya sebagai angÂgota Komite Eksekutif PSSI. NaÂmanya memang menjadi salah satu yang lolos dari seleksi KoÂmite Pemilihan Pengurus PSSI Periode 2011-2015. MeÂnuÂrutÂnya, keputusan untuk menjadi baÂgian dari MPSI harus memÂbuatÂnya keluar dari kepenguÂruÂsan PSSI.
[RM]
BERITA TERKAIT: