Keputusan pembatalan itu diÂsamÂpaiÂkan Bahrain Motor Federation dan pihak pengelola Bahrain InÂternational Circuit melalui situs resÂminya.
“Hari ini Sirkuit Internasional BahÂrain mengumumkan, KeÂraÂjaÂan Bahrain batal menjadi tuan ruÂmah balapan F1 tahun ini, sampai negara ini bisa lebih memÂfokuskan diri kepada proses dialog nasional,†kata juru bicara penyelenggara GP Bahrain seÂperti dikutip
Yahoosport.Keputusan tersebut diambil seÂtelah melihat kondisi keamanan BahÂrain belum stabil menyusul aksi demontrasi anti pemerintah di LaÂpangan Mutiara Manama, BahÂrain. Sejumlah tewas dan luka-luka akibat benÂtrok antara polisi pro peÂmeÂrintah dan anti pemerintah itu.
Pembatalan itu langsung diÂsambut baik
Federation InÂterÂnationale de l’Automobile (FIA), sebagai otoritas tertinggi baÂlap F1. FIA menilai, keÂamanan para peserta balapan dan pemegang saham adalah yang paling penting untuk diÂperÂhatikan.
“FIA mendukung keputusan BahÂrain Motor Federation dan BahÂrain International Circuit meÂnunda penyelenggaraan Grand Prix 2011 yang akan dilangsungkan di Bahrain pada 11-13 Maret,†tulis FIA di situs resminya.
“FIA adalah badan pengawas F1 dan memiliki tanggung jawab terhadap segala hal yang terkait dengÂan keselamatan serta pihak peÂnanam saham,†katanya.
Dengan pembatalan seri perÂdana itu, sesi ujicoba resÂmi terakhir yang rencananya juga digelar di negara kepulauan di Teluk Persia pada 3-6 Maret mendatang itu, juga dipindahkan ke Barcelona, Spanyol.
Tim-tim F1 yang akan berlaga muÂsim ini juga sudah meÂnyeÂtujui perubahan tersebut, terÂmaÂsuk perubahan jadwal menjadi 8-11 Maret 2011.
Tim Prinsipal Red Bull, Christian Horner yang mewakili tim kontestan F1 juga meÂnyaÂtaÂkan tim-tim sudah pasti akan menÂjalani ujicoba terakhir di Barcelona sebelum musim 2011 bergulir.
Pilihan dijatuhkan ke BarÂceÂloÂna karena tim-tim membutuhkan keÂputusan yang cepat. Maka atas alaÂsan kepraktisan, Barcelona diÂpilih kembali karena tim-tim F1 pun baru saja menuntaskan sesi tes di sana.
“Kita akan menjalani tes terakhir di Barcelona. Mereka yang paling siap,†ujar Horner.
Hal senada juga diungkapkan bos Williams, Adam Parr. “SeÂlaÂlu menjadi niat Williams untuk berkontribusi secara positif buat neÂgara-negara di mana kami berÂkompetisi dan kami mendukung peÂnuh keputusan Pangeran BahÂrain untuk membatalkan tes dan GP Bahrain,†kata Parr.
“Kini kami menantikan seri perÂdana di Melbourne dan kemÂbali ke Bahrain saat waktunya suÂdah tepat,†pungkas Chairman Williams itu.
Sementara itu, supremo F1, BerÂnie Ecclestone tetap keukeuh neÂgara timur tengah terÂsebut masih mempunyai peluang unÂtuk menggelar F1. “Itu terÂgantung situasi politik di sana. KaÂmi sendiri belum meÂrenÂcaÂnakan tindakan apapun untuk beÂberapa bulan mendatang,†ujar Ecclestone.
Meskipun gagal menjadi seri pemÂbuka, Bahrain kabarnya tetap akan menggelar balapan. Pihak F1 sendiri saat ini tengah menÂcari waktu luang guna menÂjadÂwal ulang balapan itu.
“Ada tiga minggu kosong paÂda Agustus, namun suhu di sana (Bahrain) terlampau ekstrem. KeÂmungkinan usai GP India, tapi yang jelas kondisinya benar-beÂnar sudah aman,†tegas EcÂclesÂtone seperti disitat
AutoÂsport. [RM]
BERITA TERKAIT: