Australia langsung unggul di menit kelima berkat gol HarÂry KeÂwellÂ. Kanguru mengÂÂÂganÂdaÂkan keunggulan seÂÂÂtelah Sasa OgÂneÂnovski menÂÂÂÂjebol gawang UzÂbekistan setengah jam keÂmuÂdian.
Di babak kedua, UzÂbeÂkisÂtan keÂhilangan satu pemain seÂtelah Ulugbek Bakaev diÂganjar kartu meÂrah. Kondisi ini berhasil diÂmanÂfaatkan AusÂtralia. Mereka akhirÂnya meleÂsakÂkan emÂpat gol tamÂbahan dari kaki DaÂvid CarÂney (65), Brett EmerÂÂton (74), Carl Valeri (82), dan RobÂbie Kruse (83).
Seusai laga, Pelatih Australia HolÂÂger Osieck tak henti-henÂtiÂnya memuji penampilan anak asuhÂnya. Menurutnya, KeÂwell cs bermain sangat luar biasa.
“Saya benar-benar larut dalam suÂka cita. Segalanya berjalan seÂsuai yang saya inginkan. Saya harus memuji semua pemain,†ujar Osieck kepada.
Osieck mengÂÂÂaku tidak meÂnyanÂgka akan unggul atas UzÂbeÂkistan dengan marÂgin enam gol.
“Anda tidak pernah mengÂhaÂrapkan skor seperti ini. Rahasia dari hal ini karena kami bermain sangat terÂorÂgaÂniÂsir dan berusaha menÂciptakan banyak peluang. SeÂmua pemain sudah berusaha dengan baik dan saya sangat senang dengan perkembangan tim ini,†tambahnya.
Kemenangan telak atas UzÂbeÂkistan mengantarkan paÂsuÂkan Holger Osieck ke partai punÂcak dan selanjutnya akan mengÂhaÂdapi Jepang, yang mengalahkan KoÂrea Selatan di semifinal lewat adu penalti 5-2.
Bagi Australia, ini menjadi keÂsempatan emas menjadi juara Asia untuk pertama kalinya. MeÂlihat penampilan mereka saat membantai Uzbekistan, peluang Australia cukup besar.
Final akan digelar 29 Januari menÂdatang di Khalifa InterÂnaÂtioÂnal Stadium. Sementara UzÂbekistan akan berebut tempat keÂtiga dengan Korea Selatan di Jassim Bin Hamad StaÂdium sehari seÂbelumÂnya. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: