Aksi demo dimulai pukul 11.00 WIB, Mereka seÂlama 30 menit berorasi. Mereka meÂneÂriakÂkan dukungan terhadap Nurdin HaÂlid serta membawa spanduk besar. Terlihat empat demonstran memakai topeng dengan wajah Christian Gonzales, Irfan Bachdim, Kim Kurniawan dan Arifin Panigoro. Di sebagian pipi mereka juga ditempel stiker kecil bertuliskan “PSSI=Yes. LPI=NOâ€, NurÂdin=Yes, dan Arifin=NO.
Mereka juga menyanyikan laÂgu-lagu untuk mendukung NurÂdin Halid. “Dukung..dukung NurÂdin Halid. Dukung Nurdin HaÂlid sekarang juga. BuÂbar.. bubar.. bubarkan LPI. BuÂbarÂkan LPI sekarang juga,†seru mereka.
Koordinator suporter Nur JoÂko (25 th), menyebut bergulirnya LPI sudah menyalahi aturan yang ada. Apalagi organisasi seÂpakbola yang diakui oleh FIFA adalah PSSI.
â€Bergulirnya LPI saÂma saja melemahkan keÂbeÂraÂdaan PSSI sebagai induk orÂgaÂniÂsasi sepakbola tanah air. Yang kita tegaskan disini kita dukung untuk PSSI tetap maju karena pada akhir-akhir ini muncul LPI yang jelas-jelas di depan mata kita inkonstitusional,†ujarnya.
“Kenapa dibilang inkonsÂtiÂtuÂsioÂnal? Karena jika ingin memÂbangun sepakbola seharusnya duÂduk bersama-sama dan bahu-membahu, bukannya membuat organisasi tandingan. Seperti masyarakat tahu jika organisasi resmi sepakbola di sini adalah PSSI,†sambung Nur Joko.
Secara tegas dia meminta keÂpada PSSI untuk secepatnya memÂbubarkan LPI. Nur Joko juÂga mengimbau kepada MenÂpoÂra Andi Mallarangeng untuk tidak memperkeruh keadaan dengan memberikan izin melalui Bopi kepada LPI. Aksinya sendiri baru bubar setelah 30 menit berÂorasi di depan kantor PSSI. MeÂreka pun bubar.
[RM]
BERITA TERKAIT: