Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menilai tingginya partisipasi tersebut menunjukkan kuatnya perhatian insan pers dalam merekam dinamika Jakarta sekaligus mengawal jalannya pembangunan kota.
“Saya mengapresiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya, dewan juri, seluruh peserta, dan para pemenang Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin 2026," kata Pramono saat menghadiri penyerahan penghargaan kepada para pemenang di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin 7 September 2026.
Menurutnya, pers memiliki peran penting sebagai mitra kritis pemerintah. Pemberitaan yang akurat, berbasis fakta, dan tidak berlebihan dibutuhkan agar masyarakat memperoleh gambaran yang jernih mengenai kondisi Jakarta.
“Enggak perlu yang terlalu dilebih-lebihkan atau dikurang-kurangi," kata Pramono.
Karya jurnalistik yang berbasis fakta, data, kode etik, dan tanggung jawab publik, lanjutnya, juga membantu pemerintah melihat berbagai persoalan secara lebih objektif sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam memperbaiki kebijakan dan layanan publik.
Menjelang peringatan 500 tahun Jakarta, Pemprov DKI menargetkan Jakarta masuk jajaran 20 besar kota global dunia pada 2045.
Untuk mencapai target tersebut, kolaborasi dengan insan pers dinilai penting agar berbagai agenda pembangunan, capaian, dan tantangan kota dapat dikomunikasikan secara terbuka kepada masyarakat.
“Peran media penting agar masyarakat mengetahui arah kebijakan, progres, sekaligus manfaatnya secara nyata," kata Pramono.
Ia juga mengapresiasi hadirnya kategori khusus “Menyongsong 5 Abad Jakarta” dalam penyelenggaraan tahun ini.
Menurutnya, karya jurnalistik tidak hanya merekam peristiwa hari ini, tetapi juga menjadi bagian dari memori kota yang akan membantu generasi mendatang memahami perjalanan Jakarta.
“Pemprov DKI membutuhkan pers yang independen, kritis, akurat, dan konstruktif untuk bersama-sama mengawal Jakarta menjadi kota global yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Pramono.
Sementara itu, Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo mengatakan, pihaknya mulai menyiapkan Anugerah Jurnalistik 2027 dengan mengusung tema khusus 500 Tahun Jakarta.
Menurut Kesit, tingginya partisipasi peserta tahun ini menjadi motivasi untuk menghadirkan penyelenggaraan yang lebih baik pada 2027. PWI Jaya juga berencana menambah kategori penghargaan bagi karya jurnalistik yang dipublikasikan melalui media sosial.
“Yang paling penting adalah bagaimana kami bisa memberikan kontribusi kepada teman-teman media, kepada teman-teman wartawan untuk membuat karya jurnalistik, khususnya terkait dengan dinamika Jakarta,” kata Kesit.
BERITA TERKAIT: