Seremonial penutupan rangkaian PGTC 2026 dimulai dengan digelarnya Grand Final Energy Debate Championship (EDC), serta Awarding bagi pemenang EDC dan pemenang Energynovation Ideas Competition (EIC) yang babak finalnya sudah digelar sehari sebelumnya di venue yang sama.
Grand Final dan Awarding ini menjadi momentum pertemuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang telah melewati rangkaian kompetisi, pembelajaran, dan berbagai aktivitas PGTC 2026 untuk menunjukkan gagasan serta inovasi mereka di bidang energi.
Tidak hanya menjadi panggung kompetisi, hari puncak PGTC 2026 juga menjadi ruang untuk memperlihatkan perjalanan program yang telah berlangsung sejak Kick Off hingga rangkaian Roadshow di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dalam mengatakan PGTC adalah jembatan antara ilmu pengetahuan dan tantangan nyata industri energi.
“Saya masih ingat saat membuka PGTC di ITB bulan Mei lalu, saya titipkan pesan sederhana: stay curious, stay courageous. Hari ini saya tidak lagi hanya melihat rasa ingin tahu, tapi melihat bukti nyata keberanian adik-adik semua. Selama berbulan-bulan kalian belajar, berdebat, meneliti, menguji ide, dan menyempurnakan gagasan. Inilah makna dari Move Faster, Impact Further," ujar Simon dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 27 September 2026.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian generasi muda untuk mengembangkan gagasan dan inovasi.
“Tantangan energi Indonesia membutuhkan kontribusi bersama, termasuk generasi muda,” jelas Simon.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang telah memberikan sumbangsih pikiran dan ide inovatif dalam menjawab tantangan ketahanan energi masa depan.
"Adik-adik dilatih berpikir kritis, membangun argumen berbasis bukti, sekaligus berani menguji gagasan di hadapan publik. Melalui EIC, adik-adik ditantang melangkah lebih jauh, tidak hanya memahami persoalan energi, tetapi ikut menawarkan solusi. Inilah makna sebenarnya dari Dikti Saintek Berdampak atau Kampus Berdampak, bergeser dari sekadar menghasilkan keluaran menuju menghasilkan dampak," ujar Khairul Munadi.
Ia menambahkan, Indonesia membutuhkan generasi baru yang melihat energi bukan sekadar persoalan teknis, melainkan multidimensi, dari teknologi, ekonomi, lingkungan, hingga keberlanjutan.
“Pesan saya, jangan berhenti pada kompetisi. Kompetisi hanyalah ruang eksplorasi. Dekatkan ilmu dengan persoalan nyata dan mulailah berkontribusi hari ini," ungkapnya.
Grand Final dan Awarding PGTC 2026 menjadi penanda penting dari perjalanan program yang tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga membangun ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkolaborasi, menyampaikan gagasan, dan mengembangkan perspektif terhadap masa depan sektor energi.
Melalui Energy Debate Championship (EDC) dan Energynovation Ideas Competition (EIC), PGTC 2026 mempertemukan dua kekuatan penting generasi muda: kemampuan untuk mengkritisi dan mempertahankan gagasan melalui debat, serta kemampuan untuk menciptakan solusi dan inovasi melalui karya dan ide di bidang energi.
Selain Grand Final dan Awarding, closing PGTC 2026 juga menghadirkan kesempatan bagi para tamu undangan untuk melihat lebih dekat ekosistem Pertamina melalui kunjungan ke booth Pertamina Group serta booth karya para finalis EIC.
Kehadiran booth finalis EIC memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan karya dan gagasan yang mereka kembangkan, sekaligus membuka peluang interaksi dengan para pemangku kepentingan di lingkungan Pertamina.
Rangkaian acara juga menjadi momentum apresiasi kepada sejumlah Subholding dan Anak Perusahaan Pertamina yang mendukung penyelenggaraan PGTC 2026. Sebanyak 16 entitas mendapatkan sertifikat apresiasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Dengan semangat "Energizing Acceleration for Future Impact", PGTC 2026 diharapkan terus menjadi bagian dari perjalanan generasi muda Indonesia untuk tumbuh sebagai talenta yang mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masa depan energi Indonesia.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita menyampaikan bahwa PGTC merupakan wujud komitmen Pertamina dalam menyiapkan generasi muda yang unggul dan berwawasan energi.
“PGTC 2026 adalah bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki kapasitas, kreativitas, dan kepedulian yang besar terhadap masa depan energi. Melalui EDC, mereka mengasah cara berpikir kritis terhadap isu strategis, dan melalui EIC, mereka menghadirkan solusi inovatif yang relevan dengan tantangan transisi energi. Ini sejalan dengan semangat kami untuk terus mengakselerasi peran talenta muda sebagai motor penggerak ketahanan energi nasional yang berkelanjutan," ujar Arya.
Para pemenang EDC dan EIC juga berkesempatan mendapatkan berbagai apresiasi dan pengalaman pengembangan diri sebagai bagian dari rangkaian PGTC 2026, termasuk international exposure/benchmarking program bagi para peraih posisi yang ditentukan dalam masing-masing kompetisi.
Daftar Pemenang EDC PGTC 2026
- Champion: Universitas Indonesia
1. Carlsson Khovis
2. Jared Tristan Wibisono
- 1st Runner Up: Universitas Gadjah Mada
1. Yehezkiel Vito
2. Komang Ayu Azka Pramesti Mahiswari Matsuzawa
- 2nd Runner Up: Universitas Pelita Harapan
1. Beatrice Frederica Sungkono
2. Timothy Sean Wahyudi
- 3rd Runner Up: Universitas Udayana
1. Theresa Angelica Hartono
2. Annabelle Maureen Cherry Therestian
- Best Speaker: Carlsson Khovis (Universitas Indonesia)
Para pemenang EIC PGTC 2026 adalah:
- Champion: Faishal Muflih Irfanu Tsaqib (Universitas Negeri Surabaya)
- 1st Runner Up: Aisyah Islami Puteri Dnaro (Institut Teknologi Bandung)
- 2nd Runner Up: M. Ihsan Fadhlurahman (Universitas Gadjah Mada)
- Best Presentation: Bryant Jusuf Nainggolan (Universitas Diponegoro)
- Most Promising Idea: Mellanie Jasmine Reyfanita (Universitas Indonesia)
Lebih dari sekadar kompetisi, EDC dan EIC menjadi bagian dari upaya PGTC 2026 dalam membangun ekosistem pengembangan talenta muda yang terintegrasi. Melalui berbagai rangkaian kegiatan, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan, mengembangkan kapasitas, membangun jejaring, serta berinteraksi langsung dengan para profesional dan pelaku industri energi.
BERITA TERKAIT: