Prosesi diawali dengan pengambilan Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi dari museum di Monas.
Kedua simbol bersejarah tersebut kemudian diserahkan kepada perwakilan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) untuk selanjutnya dibawa menuju Istana Merdeka.
Brigadir Jenderal TNI Fitriana Nur Heru bertugas mengambil Bendera Negara Sang Merah Putih untuk kemudian menyerahkannya kepada Perwira Paspampres Letnan Satu C. K. Tiara Maharani.
Sementara itu, Brigadir Jenderal TNI Fitriana Nur Heru juga mengambil teks Proklamasi yang selanjutnya diserahkan kepada Perwira Paspampres Letnan Dua C. K. Tiara Maharani untuk dibacakan dalam upacara.
Purna Paskibraka Duta Pancasila 2025, Sultan Annajwa, siswi SMA Negeri 82 Jakarta, mendapat tugas membawa Bendera Negara Sang Merah Putih. Adapun Aliya Shakira bertugas membawa teks Proklamasi.
Dengan langkah tegap dan penuh kehormatan, keduanya membawa dua simbol sakral perjalanan sejarah bangsa tersebut keluar dari ruang penyimpanan.
Selanjutnya, Bendera Pusaka ditempatkan di atas Kereta Kencana Garuda Prabayaksa, kereta kerajaan klasik yang ditarik enam ekor kuda putih.
Kehadiran kereta kencana ini menambah kemegahan prosesi sekaligus merepresentasikan kekayaan tradisi dan warisan budaya Nusantara.
Berdasarkan pantauan RMOL, rombongan kirab memasuki gerbang Istana Merdeka sekitar pukul 08.35 WIB.
Rangkaian prosesi diawali pasukan polisi bermotor listrik, disusul ratusan pasukan berkuda. Drum band gabungan TNI dan Polri yang mengenakan busana adat turut mengiringi perjalanan dengan alunan mars perjuangan, sehingga suasana kirab semakin semarak dan sarat nuansa patriotik.
Setibanya di halaman Istana Merdeka, Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi diterima melalui upacara resmi. Kedua simbol bersejarah tersebut selanjutnya digunakan dalam rangkaian peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada HUT ke-81 RI.
BERITA TERKAIT: