Forum yang mengusung tema "Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat" ini akan menghasilkan rekomendasi strategis sebagai masukan bagi pemerintah untuk memperkuat pembangunan nasional, menjawab persoalan keumatan, serta menghadapi tantangan kebangsaan dan global.
Ketua Steering Committee (SC) KUII VIII sekaligus Wakil Ketua Umum MUI, KH. Marsudi Syuhud, dalam sambutannya mengatakan kongres bertujuan memperkokoh peran seluruh elemen umat Islam dalam menjalankan agenda keumatan, kebangsaan, dan kenegaraan yang konstruktif, kritis, aplikatif, serta solutif.
"Memperkokoh peran seluruh elemen umat Islam dalam melaksanakan agenda-agenda keumatan, kebangsaan, dan kenegaraan yang konstruktif, tetapi tetap kritis, yang aplikatif, tetapi juga solutif," ujar Marsudi.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan membahas strategi untuk mengoptimalkan peran umat Islam sebagai subjek pembangunan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, media, teknologi, politik, hukum, hingga ketahanan nasional dan geopolitik. Kongres juga akan merumuskan rekomendasi bagi organisasi, negara, dan pemerintah dalam menjalankan amanat konstitusi sesuai Pancasila dan UUD 1945.
Pembahasan dilakukan melalui sidang pleno dan sidang komisi yang melibatkan ulama, akademisi, cendekiawan, praktisi, organisasi kemasyarakatan Islam, serta unsur pemerintah.
Pembukaan KUII VIII dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pimpinan lembaga negara.
Pantauan RMOL, nampak hadir Ketua MPR Ahmad Muzani, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Kepala BRIN Prof Arif Satria, dan Ketua LPS Anggito Abimanyu.
Hadir pula Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ahmad Doli Kurnia, Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah, serta Ketua Baznas Sodik Mudjahid.
Dari jajaran ulama dan pimpinan MUI, hadir Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI KH Zainut Tauhid Sa’adi, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, serta Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis, serta para duta besar dari sejumlah negara sahabat, termasuk Arab Saudi, Palestina, Iran, Yaman, Malaysia, dan Qatar.
Kongres Umat Islam Indonesia VIII dijadwalkan berlangsung hingga 26 Juli 2026.

BERITA TERKAIT: