Sebagai tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani bersama Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka pada April 2026, Ceria memfasilitasi penandatanganan Academic Software Licence Agreement antara Micromine Australia Pty Ltd dan USN Kolaka yang dilaksanakan di Auditorium USN Kolaka, beberapa waktu lalu.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara industri, perguruan tinggi, dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan SDM pertambangan yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan industri modern.
Melalui kerja sama tersebut, USN Kolaka memperoleh 10 lisensi akademik perangkat lunak Micromine, salah satu software pertambangan yang digunakan secara luas oleh perusahaan pertambangan global. Perangkat lunak ini mendukung berbagai tahapan kegiatan pertambangan, mulai dari eksplorasi, pemodelan geologi, estimasi sumber daya, perencanaan tambang, hingga operasi produksi.
Fasilitasi penyediaan lisensi akademik tersebut didukung Ceria dengan nilai kontribusi sekitar Rp10 miliar. Akses terhadap teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kegiatan penelitian, serta memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam menggunakan perangkat lunak yang diterapkan langsung di industri pertambangan.
Staf Ahli Bupati Kolaka Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Dr. H. Muh. Azikin, menyampaikan bahwa kolaborasi antara Ceria, USN Kolaka, dan Micromine Australia merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Anak-anak kita yang saat ini menempuh pendidikan dan menjalani proses pembelajaran di sini pada akhirnya akan kembali ke masyarakat. Dengan bertambahnya ilmu dan pengalaman yang mereka miliki, tentu diharapkan mereka dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Azikin dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu malam, 19 Juli 2026.
Sementara itu, Rektor USN Kolaka, Prof. Dr. H. Nur Ihsan, S.H., M.Hum., mengapresiasi dukungan dan kolaborasi yang terus dibangun bersama PT Ceria Nugraha Indotama.
Menurutnya, meningkatnya investasi sektor pertambangan di Sulawesi Tenggara membuat kebutuhan industri terhadap lulusan yang memiliki kompetensi teknologi semakin tinggi.
Mahasiswa teknik pertambangan, kata dia, tidak hanya dituntut memahami disiplin ilmu geologi dan pertambangan, tetapi juga harus memiliki kemampuan analisis data geospasial, penguasaan perangkat lunak industri, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja dalam tim.
“Kontribusi yang diberikan PT Ceria kepada USN Kolaka sebagai perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Kolaka merupakan sesuatu yang sangat kami apresiasi. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kampus,” ungkapnya.
Prof. Nur Ihsan menambahkan, USN Kolaka juga terus mengembangkan program magang dan riset berbasis studi kasus bersama perusahaan pertambangan agar pemahaman teoritis mahasiswa dapat berjalan seiring dengan standar operasional industri global.
Melalui Academic Software Licence Agreement ini, USN Kolaka dapat menggunakan perangkat lunak Micromine Origin & Beyond secara legal untuk kepentingan pendidikan, pelatihan, dan penelitian di bidang geologi serta eksplorasi pertambangan.
Perwakilan Micromine Australia Pty Ltd, Fransiskus Nugroho, mengatakan masa depan industri pertambangan Indonesia akan sangat dipengaruhi oleh tiga pilar utama, yakni pemanfaatan data yang terintegrasi secara real-time, penerapan kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi, serta komitmen terhadap praktik pertambangan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Menurutnya, software pertambangan saat ini bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan telah menjadi pusat pengelolaan operasi yang menghubungkan seluruh proses, mulai dari eksplorasi hingga produksi.
“Software pertambangan kini bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan otak operasional yang menghubungkan seluruh proses, dari eksplorasi hingga produksi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penggunaan teknologi Micromine juga mampu meningkatkan efisiensi kerja secara signifikan. Dalam proses perencanaan tambang, perangkat lunak tersebut dapat membantu memangkas waktu pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan sekitar dua minggu menjadi hanya dua hari.
Dengan efisiensi tersebut, tenaga ahli geologi dapat lebih fokus pada analisis dan interpretasi data yang menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan di industri pertambangan.
Direktur Utama PT Ceria Nugraha Indotama, Abdul Haris Tatang, mengatakan kolaborasi ini merupakan bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pengembangan SDM pertambangan di Kabupaten Kolaka.
Menurutnya, sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, Ceria memiliki tanggung jawab untuk membangun kemitraan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, termasuk melalui pendidikan, penelitian, pelatihan, dan pengembangan kompetensi generasi muda.
“Kolaborasi ini menjadi jembatan penting antara dunia pendidikan dan industri. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan dan peningkatan mutu alumni USN Kolaka, khususnya dalam penguasaan teknologi pertambangan modern,” ujarnya.
Selain fasilitasi lisensi akademik Micromine, Ceria dan USN Kolaka juga telah menjalin kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk penelitian, program magang, pelatihan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi model sinergi antara industri, perguruan tinggi, dan pemerintah dalam menyiapkan SDM pertambangan Indonesia yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu bersaing di tingkat global.
Melalui kerja sama ini, Ceria menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan ekosistem pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus berkontribusi dalam memperkuat masa depan industri mineral Indonesia melalui talenta-talenta muda yang kompeten dan berdaya saing.
BERITA TERKAIT: