Pembenahan tata kelola dinilai menjadi kunci untuk memperkuat posisi Batam sebagai pintu gerbang investasi Indonesia.
Menurut Anggota Komisi VI DPR RI Nasim Khan, laporan keuangan yang telah dipaparkan perlu menjadi pijakan untuk memperbaiki berbagai aspek tata kelola.
"Harapan kita ke depan lebih baik sesuai dengan program pemerintah. Semua itu tidak lepas dari kualitas sumber daya manusia agar setiap kebijakan dijalankan secara tepat sasaran dan benar," ujar Nasim dalam keterangannya, Sabtu, 18 Juli 2026.
Selain tata kelola, Nasim menilai persoalan birokrasi dan perizinan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi agar iklim investasi semakin kondusif.
"Yang masih terjadi sampai sekarang adalah persoalan birokrasi dan perizinan. Saya berharap ke depan bisa lebih maksimal," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa daya saing Batam tidak hanya ditentukan oleh kemudahan berusaha, tetapi juga kesiapan infrastruktur dasar. Ketersediaan air bersih, listrik, hingga jaringan jalan dinilai menjadi faktor penting dalam menarik minat investor.
"Kita berbicara persaingan global, termasuk dengan Singapura. Infrastruktur seperti air, listrik, jalan, dan lainnya harus benar-benar menjadi perhatian," tegasnya.
BERITA TERKAIT: