Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, menyatakan laga kandang di Jakarta sejatinya sudah dinanti-nantikan.
"Kekecewaan kami sudah 7 tahun kami tidak menggelar pertandingan Persija-Persib di Jakarta. Terakhir 2019 saat itu," kata Diky di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Rabu, 6 Mei 2026.
Tak sampai di situ, kekecewaan The Jakmania juga memuncak karena belum mampu memberikan keyakinan penuh kepada para pemangku kepentingan.
Padahal selama ini Persija telah menjadi tuan rumah yang baik bagi suporter tim lain, salah satunya saat menjamu Persebaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), pada Sabtu, 11 April 2026.
"Kekecewaan yang bagi kami menyakitkan lagi juga bahwa ketika ternyata kami gagal memberikan apa ya, kepastian ataupun bukti yang cukup kepada beberapa stakeholder, ketika kami menjadi tuan rumah yang baik di Jakarta," ungkapnya.
Meski demikian, suporter setia Tim Macan Kemayoran itu tetap menerima keputusan serta melihat sisi positif dengan tetap adanya akses penonton di Samarinda.
"Ya bagi kami ya sudah, kami juga berhubungan baik dengan teman-teman Pusamania. Ya artinya main Samarinda oke, nggak ada masalah. Tapi memang kami berharap sebetulnya main di Pulau Jawa, cuma memang Pulau Jawa agak berat kalau pakai penonton kan, berdasarkan informasi yang kami terima," ungkapnya lagi.
Sementara itu, Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan faktor keamanan.
“Liga memutuskan pertandingan digelar di Kalimantan Timur, tepatnya di Samarinda, di Stadion Segiri. Untuk waktunya tetap sama,” ujar Ferry.
Pemindahan venue dilakukan sebagai solusi atas tingginya risiko keamanan apabila laga digelar di Jakarta. Keputusan ini juga diambil setelah berkoordinasi dengan Baintelkam Polri.
Ferry menjelaskan, bulan Mei dipenuhi berbagai agenda yang berpotensi menimbulkan kerawanan di luar kendali penyelenggara sepak bola. Karena itu, langkah pemindahan lokasi dinilai sebagai opsi paling aman.
BERITA TERKAIT: