Secara intraday hingga pukul 11.27.01 WIB, saham emiten pertambangan dan energi tersebut berada di level Rp2.530 per saham, sama dengan harga penutupan perdagangan sehari sebelumnya.
Pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026, ADRO dibuka di level Rp2.530. Saham tersebut sempat naik ke level tertinggi Rp2.550 dan turun ke level terendah Rp2.520, sebelum kembali ditutup di Rp2.530.
Pantauan RMOL berdasarkan data bursa, sepanjang perdagangan Senin, volume transaksi ADRO mencapai 18,27 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp46,26 miliar. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 7.771 kali.
Memasuki perdagangan Selasa, ADRO dibuka di level Rp2.530. Hingga pukul 11.27.01 WIB, secara intraday saham ini bergerak di rentang Rp2.510-Rp2.550. Harga terakhir tercatat Rp2.530 per saham.
Pada posisi tersebut, volume perdagangan ADRO mencapai 8,34 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp21,13 miliar. Frekuensi transaksi tercatat 3.653 kali, sementara volume transaksi ternegosiasi mencapai 12.200 saham.
Dengan demikian, hingga perdagangan intraday Selasa menjelang siang, harga ADRO belum berubah dibandingkan penutupan Senin di Rp2.530. Namun, saham tersebut sempat bergerak naik hingga Rp2.550 dan tertekan ke Rp2.510.
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan dan energi. Perseroan memiliki bisnis yang mencakup batu bara metalurgi, pengolahan mineral, jasa pertambangan, serta pengembangan energi terbarukan. Sebelumnya, perusahaan ini dikenal dengan nama PT Adaro Energy Indonesia Tbk.
BERITA TERKAIT: