Seleksi nasional berbasis ujian digital luring (offline) tersebut akan berlangsung hingga 14 Juni 2026 di 59 titik lokasi ujian yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pembukaan UM-PTKIN dilakukan secara serentak melalui platform Zoom dan menandai dimulainya proses seleksi bagi puluhan ribu calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Tahun ini, jumlah peserta yang terdaftar mencapai 64.479 orang. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni 9.245 peserta. Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur dengan 8.971 pendaftar, Jawa Tengah 7.440 pendaftar, Aceh 4.083 pendaftar, dan Sumatra Utara sebanyak 3.956 pendaftar.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Amin Suyitno, menyampaikan apresiasi atas meningkatnya minat masyarakat terhadap PTKIN.
Menurutnya, peningkatan jumlah pendaftar tidak terlepas dari berbagai inovasi yang diterapkan dalam proses penerimaan mahasiswa baru, termasuk penguatan layanan digital di lingkungan kampus.
"Kita patut bersyukur karena jumlah pendaftar dan angka registrasi tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan. Ada banyak inovasi serta metode baru yang kita munculkan pada proses pendaftaran tahun ini," ujar Amin Suyitno saat membuka pelaksanaan UM-PTKIN secara virtual.
Ia juga mengapresiasi langkah para pimpinan PTKIN yang aktif melakukan sosialisasi dan promosi program studi ke berbagai daerah.
Strategi jemput bola yang dilakukan kampus-kampus PTKIN dinilai berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperluas jangkauan calon mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Amin menegaskan, meningkatnya jumlah peserta menjadi sinyal positif bahwa PTKIN semakin diminati sebagai pilihan pendidikan tinggi yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
BERITA TERKAIT: