Keputusan tersebut ditetapkan oleh para pemegang saham PT Pos Indonesia, yakni Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara selaku pemegang saham Seri A Dwiwarna bersama PT Danantara Asset Management sebagai pemegang saham Seri B.
Melalui keputusan yang ditetapkan pada 15 Juli 2026, M. Iskandar Kunaefi resmi menjabat sebagai Direktur Utama perusahaan pelat merah tersebut.
Ia diketahui pernah menjabat Direktur Operasional PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), perusahaan yang mengelola klub sepak bola Persib Bandung, sebelum mengundurkan diri pada penghujung 2024.
Sebelumnya, Iskandar juga berkiprah di PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (Jakpro). Di BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu, ia pernah menjadi anggota Komite Investasi serta Komite Nominasi dan Remunerasi.
Selain mengganti pucuk pimpinan, pemegang saham Pos Indonesia juga melakukan penataan organisasi dengan memisahkan fungsi keuangan dan manajemen risiko yang sebelumnya berada dalam satu direktorat.
Melalui perubahan tersebut, jabatan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko dipecah menjadi dua posisi, yakni Direktur Keuangan dan Direktur Manajemen Risiko.
Fathul Anwar yang sebelumnya menjabat Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko kini ditetapkan sebagai Direktur Keuangan. Sementara posisi Direktur Manajemen Risiko dipercayakan kepada Rosmanidar Zulkifli.
Dengan perubahan tersebut, susunan direksi PT Pos Indonesia kini terdiri atas:
Direktur Utama: M. Iskandar Kunaefi
Direktur Keuangan: Fathul Anwar
Direktur Manajemen Risiko: Rosmanidar Zulkifli.
BERITA TERKAIT: