Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap insiden blackout tersebut.
"Kami memahami gangguan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat serta berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah terdampak," kata Yuliot di Jakarta, Sabtu 24 Mei 2026.
Menurut dia, pemerintah akan memastikan investigasi teknis dilakukan secara menyeluruh guna mencari akar penyebab gangguan sekaligus menyiapkan langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno menambahkan, pemerintah telah menerjunkan tim inspektur ketenagalistrikan ke lapangan untuk mengawasi proses pemulihan.
Ia juga menyebut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah mengarahkan PLN memperkuat backbone sistem kelistrikan Sumatera melalui pembangunan pembangkit dan transmisi 500 kV/275 kV, termasuk menyiapkan infrastruktur blackstart guna mempercepat pemulihan saat terjadi gangguan.
"Menteri ESDM memberikan arahan kepada kami untuk memastikan percepatan pembangunan pembangkit di wilayah Sumatera bagian barat agar bisa berjalan baik," ujar Tri.
Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan sistem kelistrikan yang terjadi.
"Sejak kejadian terjadi, seluruh personel kami langsung bergerak melakukan asesmen, pemulihan sistem transmisi dan gardu induk, serta menyalakan kembali pembangkit secara bertahap dan terkoordinasi," ujar Darmawan.
Ia menjelaskan indikasi awal gangguan berasal dari sistem transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi yang diduga dipengaruhi faktor cuaca. Gangguan tersebut kemudian memicu efek domino pada sistem kelistrikan Sumatera.
Hingga Sabtu 23 Mei 2026 pukul 19.00 WIB, PLN mencatat lebih dari 8,5 juta pelanggan telah kembali menikmati aliran listrik dari total 13,1 juta pelanggan terdampak.
Selain itu, beban sistem yang berhasil dipulihkan mencapai 3.431,21 MW dari total 5.334 MW terdampak. Sebanyak 176 gardu induk yang sebelumnya terdampak juga telah kembali beroperasi.
"Proses penormalan pembangkit terus dilakukan secara bertahap, khususnya untuk pembangkit berbasis batubara yang membutuhkan waktu sinkronisasi lebih panjang," jelas Darmawan.
PLN menegaskan pasokan daya pada Sistem Sumatera secara umum dalam kondisi cukup dan gangguan yang terjadi lebih berkaitan dengan aspek sistem serta penyaluran tenaga listrik.
BERITA TERKAIT: