“Kami berharap kehadiran zebra cross ini dapat mendukung mobilitas warga yang lebih aman dan tertib, sekaligus memperkuat budaya saling menghormati di jalan,” kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo di Jakarta.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dirasakan masyarakat akibat belum tersedianya fasilitas penyeberangan di kawasan tersebut.
Kondisi ini terjadi sebagai dampak dari kegiatan pemeliharaan berkala jalan serta pembangunan dan peningkatan trotoar pada akhir tahun 2025, yang menyebabkan marka zebra cross sebelumnya tertutup lapisan aspal baru. Selain itu, curah hujan yang tinggi turut menjadi kendala dalam proses pengerjaan.
“Pemasangan kembali marka jalan tidak dapat dilakukan secara langsung setelah pengaspalan. Material marka thermoplastic memerlukan kondisi permukaan jalan yang telah melalui masa pengeringan optimal agar dapat melekat dengan baik serta memiliki daya tahan maksimal,” kata Heru.
Lebih lanjut, Heru mengapresiasi kepedulian dan inisiatif masyarakat yang telah melakukan pengecatan jalan untuk difungsikan sebagai zebra cross.
"Partisipasi tersebut mencerminkan kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan di ruang publik," kata Heru.
BERITA TERKAIT: