Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat, Dudu Rohman mengungkapkan, hasil pemantauan dari tujuh lokasi di wilayah Jabar menunjukkan hilal tidak tampak sama sekali.
“Hasil rukyat dari tujuh titik di Jawa Barat, hilal tidak terlihat. Secara ketinggian juga masih jauh dari 1 derajat, sehingga belum memenuhi kriteria,” ujar Dudu di Observatorium Albiruni, Unisba pada Kamis, 19 Maret 2026.
Selain faktor teknis ketinggian hilal, kondisi langit yang tertutup awan turut menghambat proses pengamatan.
“Faktor cuaca mendung menjadi salah satu penyebab utama hilal tidak terlihat,” katanya sebagaimana diberitakan
Kantor Berita RMOLJabar.
Adapun tujuh titik pengamatan tersebut tersebar di Sukabumi, Tasikmalaya, Subang, Cirebon, Banjar, Observatorium Bosscha, serta Observatorium Albiruni Universitas Islam Bandung (Unisba).
Hasil rukyat ini selanjutnya akan dilaporkan ke Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah yang digelar di Jakarta pada malam hari.
Dudu juga mengimbau masyarakat untuk menyikapi perbedaan penentuan hari raya dengan bijak serta tetap menjaga persatuan.
“Kami mengajak semua pihak saling menghormati keputusan masing-masing. Utamakan
akhlakul karimah dan jangan saling menyalahkan,” tutupnya.
BERITA TERKAIT: