Efisiensi energi ini bisa berjalan selaras dengan peningkatan produktivitas masyarakat hingga ke pelosok desa, terlebih bisa menciptakan program digital melalui optimalisasi ekosistem Warkop Digital.
"Program Warkop Digital ini sebagai solusi konkret dan juga menjadi pusat kegiatan ekonomi dan kerja jarak jauh, yang terintegrasi di tingkat kelurahan dan desa," kata Dedi dalam keterangannya, Senin 16 Maret 2026.
Kehadiran fasilitas ini memungkinkan masyarakat tetap bekerja dan berbisnis tanpa harus melakukan mobilitas harian, yang memakan biaya transportasi dan BBM tinggi.
"Melalui optimalisasi Warkop Digital di klaster-klaster kelurahan dan desa, masyarakat bisa tetap produktif mencetak nilai ekonomi langsung dari wilayah tempat tinggalnya," tegas Dedi.
Saat ini, program Warkop Digital telah terbentuk di 50 titik lokasi strategis dari Miangas hingga Pulau Rote, serta dari Aceh hingga Papua.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: