Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Jupiter menegaskan bahwa dewan berkomitmen dalam mengawal anggaran ketahanan pangan karena menyangkut hak dasar masyarakat.
Namun, Jupiter tidak menampik adanya tantangan fiskal di tahun 2026 ini.
Jupiter menyebutkan terjadinya penurunan atau kontraksi APBD DKI Jakarta yang semula diproyeksikan mencapai Rp91 triliun kini terkoreksi menjadi kisaran Rp81 triliun akibat ketidakpastian dana bagi hasil alias DBH dari pemerintah pusat.
Jupiter mendorong Dharma Jaya untuk berani mengambil langkah ekstrem demi memutus ketergantungan impor, salah satunya dengan mendatangkan tenaga ahli luar negeri untuk melatih SDM lokal.
"Kita harus mandiri dan meniru negara tetangga seperti Malaysia atau Vietnam yang sudah mampu mengandalkan produksi dalam negeri. Kita bisa rekrut ahli peternakan untuk mendidik SDM kita agar tata kelola pangan mandiri ini berjalan maksimal," kata Jupiter.
Sementara itu, perwakilan dari pelaku usaha kuliner dan masyarakat, Tobias, turut mengingatkan pemerintah untuk menjaga stabilitas rantai pasok pangan.
Menurutnya, fluktuasi harga bahan pangan seperti ayam dan daging sangat berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat serta kesehatan anak-anak terkait penanganan
stunting.
BERITA TERKAIT: