Paman korban, Yusuf (27), mengaku terakhir terakhir bertemu Z pada Senin malam, 8 Februari 2026. Keesokan paginya, Z masih berangkat ke sekolah seperti biasa. Namun sejak sepulang sekolah hari itu, korban tak lagi memberikan kabar.
“Saya tidak sempat bertemu karena berangkat kerja lebih dulu ke pasar. Tapi setelah pulang sekolah, sudah tidak ada kabar,” ujar Yusuf dikutip dari
RMOLJabar, Minggu 15 Februari 2026.
Di mata keluarganya, Z dikenal sebagai anak yang pendiam, sopan, dan tidak pernah terlibat persoalan, baik di lingkungan rumah maupun sekolah.
“Setahu kami tidak ada musuh. Dia anaknya baik, tidak macam-macam dan tidak pernah bikin masalah,” kata Yusuf.
Setelah beberapa hari tak pulang, pihak keluarga berinisiatif melakukan pencarian secara mandiri. Sejumlah lokasi disisir, termasuk mendatangi kerabat hingga ke Garut, tempat keluarga besar korban tinggal.
Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil, sehingga laporan resmi pun dilayangkan ke pihak kepolisian.
Kabar pilu itu akhirnya datang saat keluarga menerima informasi adanya penemuan jasad di kawasan eks Kampung Gajah. Setelah mencocokkan ciri-ciri pakaian yang dikenakan, pihak keluarga memastikan bahwa korban adalah Z.
“Kami memastikan dari pakaian yang dipakai saat ditemukan di lokasi,” kata Yusuf.
Jenazah Z rencananya akan dimakamkan di Garut, berdampingan dengan makam sang ibu yang telah wafat sekitar dua tahun lalu.
BERITA TERKAIT: