Wakil Ketua BGN, Nanik S Deyang mengatakan, target tersebut akan diperluas mencakup guru, tenaga pendidik, hingga anak-anak di pondok salaf dan rumah singgah.
“Pak Presiden (Prabowo Subianto) ingin gizi ini jadi hak anak Indonesia. Jadi dimanapun anak Indonesia, baik yang di pondok resmi yang terdaftar di Kementerian Agama maupun tidak, tetap akan memperoleh,” kata Nanik saat meninjau pelaksanaan MBG di SMKN 1 Jakarta Pusat, Rabu 8 Januari 2026.
Meski begitu, Nanik menegaskan bahwa perintah Presiden Prabowo pelaksanaan MBG jangan terlalu dipaksakan.
“Pak Presiden dalam retreat menyampaikan "jangan ngoyo". Kenapa jangan ngoyo? Supaya kualitas SDM, kemudian juga pembangunan SPPG sesuai benar-benar Juknis (petunjuk teknis), sehingga bisa menuju
zero accident,” kata Nanik.
Upaya peningkatan mutu ditunjukkan dengan lonjakan sertifikasi laik higiene sanitasi (SLHS) yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan.
“Dari yang awalnya hanya 38 SPPG, sekarang sudah 4.535 yang lulus sertifikasi,” ungkap Nanik.
BERITA TERKAIT: