Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 12,9 juta kunjungan, menandakan sektor pariwisata Aceh masih menunjukkan tren pertumbuhan positif.
“Wisatawan berwisata ke Aceh masih didominasi wisatawan nusantara (wisnus), sementara kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tetap menunjukkan tren positif,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Dedy Yuswadi dikutip
Kantor Berita RMOLAceh, Kamis, 8 Januari 2026.
Berdasarkan data perjalanan wisatawan Aceh tahun 2025, total perjalanan wisatawan nusantara mencapai 18.304.295 perjalanan. Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 41.489 perjalanan selama periode yang sama.
Puncak kunjungan wisatawan terjadi pada April 2025 dengan total 2.443.461 perjalanan, seiring momentum libur panjang. Secara umum, rata-rata kunjungan wisatawan ke Aceh setiap bulan berada di atas angka 1 juta perjalanan.
Capaian tersebut, menurut Dedy, mencerminkan daya tarik pariwisata Aceh yang masih kuat, khususnya bagi wisatawan domestik.
“Pergerakan wisatawan di Aceh masih didominasi wisatawan nusantara. Ini menunjukkan Aceh tetap menjadi tujuan perjalanan favorit, baik untuk wisata alam, religi, maupun budaya,” jelasnya.
Namun demikian, Dedy mengakui bahwa saat ini Aceh tengah menghadapi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah. Kondisi tersebut berdampak pada beberapa destinasi wisata, khususnya di wilayah tengah Aceh.
“Beberapa destinasi wisata, terutama di daerah tengah, terdampak dan mengalami kerusakan,” ujarnya.
Meski menghadapi tantangan tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh berharap situasi dapat segera pulih sehingga aktivitas pariwisata kembali berjalan normal dan aman bagi wisatawan.
“Kami berharap kondisi ini segera pulih. Pemerintah bersama pihak terkait terus melakukan penanganan dan pemulihan agar destinasi wisata bisa kembali dikunjungi dengan aman,” ungkapnya..
Dedy tetap optimistis sektor pariwisata Aceh akan bangkit seiring upaya pemulihan pascabencana. Disbudpar Aceh juga berencana melakukan penguatan promosi serta penyelenggaraan berbagai event budaya di sejumlah daerah.
“Dengan dukungan semua pihak dan masyarakat, kami optimistis sektor pariwisata Aceh dapat kembali tumbuh dan bergerak positif,” pungkas Dedy.
BERITA TERKAIT: