Ahli gizi SPPG Bojong Koneng, Rofifa Khairunnisya menjelaskan, upaya ini sekaligus untuk mencegah sampah makanan terbuang percuma.
“Untuk limbah bahan makanan itu, kita diambil, dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk pakan ternak, atau untuk pupuk organik,” kata Rofifa saat ditemui di lokasi pada Rabu 24 September 2025.
Ia mengatakan, jumlah limbah bervariasi tergantung jenis bahan makanan, namun secara umum
food waste yang tersisa sudah di bawah 50 persen.
“Dari pencatatan
food waste, kita bisa tahu menu mana saja yang banyak sisa. Itu jadi bahan evaluasi agar menunya bisa dimodifikasi,” kata Rofifa.
Ia menambahkan, sisa makanan paling banyak biasanya berasal dari sayuran.
“Untuk yang lain, jumlahnya sudah di bawah 10 sampai 20 persen,” tutup Rofifa.
BERITA TERKAIT: