Komisi VIII DPR:

Tenaga Medis Jangan Persulit Calon Jemaah Haji Lansia

Diperlukan Standarisasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/raiza-andini-1'>RAIZA ANDINI</a>
LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Senin, 05 Mei 2025, 09:07 WIB
Tenaga Medis Jangan Persulit Calon Jemaah Haji Lansia
Ilustrasi jemaah haji lansia/Net
rmol news logo Diperlukan standarisasi tenaga medis yang melakukan tes kesehatan untuk calon jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci, terutama kelompok lanjut usia (lansia), agar tidak dipersulit.

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Gantina mengatakan, standarisasi tenaga medis sangat penting, karena di setiap rumah sakit yang melayani calon jemaah haji, memiliki perbedaan.

“Nakes (tenaga kesehatan) Jakarta dengan nakes yang ada di kabupaten di Indonesia Timur kan alat kesehatannya berbeda, nakesnya juga berbeda, kemampuannya (berbeda). Maka harus ada standarisasi yang berkaitan dengan nakesnya,” kata Selly kepada RMOL, Senin 5 Mei 2025.

Legislator dari Fraksi PDIP ini mengaku akan memberikan rekomendasi kepada Kementerian Kesehatan, khususnya nakes yang menangani calon jemaah haji, untuk memiliki standar nasional ketika melakukan tes kesehatan.

“Agar para jemaah yang akan berangkat haji bukan hanya fisik jemaah haji yang akan berangkat, tapi keberadaan infrastruktur istithaahnya," kata Selly.

Selly mengatakan, mulai dari rumah sakit hingga sumber daya manusianya juga dibutuhkan evaluasi.

Selly menambahkan bahwa UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah menegaskan bahwa ada prioritas lansia sebesar lima persen.

“Yang lansia kalau dia harus berangkat tahun ini, harus diberangkatkan. Karena ada hak mereka di lima persen itu. Jangan dipersulit atau main-main, baik rumah sakit maupun nakes,” tutup Selly.rmol news logo article



Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA